
Sumerta Klod, DenPost
Ratusan aparat keamanan bersiaga di timur monumen Niti Mandala, Renon, Denpasar, Kamis (22/10/2020). Mereka terdiri dari tentara, polisi, Satpol PP, Pecalang dan elemen masyarakat adat. Berdasarkan info di lapangan, aparat siaga untuk mengamankan aksi demonstrasi penolakan UU Cipta Kerja.
Melihat jumlah personel yang disiagakan, jumlah massa diprediksi melebihi aksi demo serupa yang berlangsung di depan Gedung DPRD Provinsi Bali, Kamis (8/10/2020) lalu. Selain aparat keamanan, pecalang sebagai unsur adat turun tangan menyikapi aksi demo hari ini.
Bandesa Agung Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet setelah mengadakan pasangkepan terbatas langsung menginstruksikan kepada Pasikian Pacalang Bali untuk mendukung kepolisian dalam mengamankan aksi. Demikian disampaikan Manggala Pasikian Pacalang Bali, Jro I Made Mudra.
“Kami telah diinstruksikan untuk ikut serta sekaligus mengkoordinir Pacalang Desa Adat, untuk menjaga Bali tetap damai dengan tanpa syarat,” tegasnya ditemui di Gedung Lila Graha, Majelis Desa Adat Provinsi Bali, Jalan Cok Agung Tresna Nomor 67 – Renon Denpasar.
Jro Mudra menjelaskan, peran pecalang pada prinsipnya adalah mengamankan wewidangan masing-masing, namun karena saat ini pengamanan dilakukan lintas wewidangan dan berskala cukup besar, sehingga pusat koordinasi dilaksanakan oleh Majelis Desa Adat Provinsi Bali melalui Pasikian Pacalang Bali.
“Kami memastikan bahwa Pacalang Bali akan melaksanakan fungsi dan peran dalam mendukung kepolisian dengan cara-cara simpatik,” jelasnya. Sikap MDA ini, kata dia, sejalan surat keputusan No : 08/SK/MDA-PBali/X/2020 tanggal 12 Oktober 2020.
Keputusannya tentang Pembatasan Kegiatan Unjuk Rasa di Wewidangan Desa Adat di Bali selama Gering Agung Covid 19. “Kami hadir selain untuk mendukung kepolisian, juga mengamankan SK Majelis Desa Adat Provinsi Bali tersebut,” tutupnya. (106)