Puluhan Petani di Yangapi, Bangli Budidayakan Porang

0
5
Puluhan Petani di Yangapi, Bangli Budidayakan Porang
BIBIT PORANG – Bupati Bangli, Made Gianyar saat menghadiri penanaman bibit porang di Yangapi, Bangli, Rabu (21/10/2020).

Bangli, DenPost

Melihat nilai ekonomisnya yang tinggi, sejumlah petani kini melirik potensi tanaman porang. Seperti yang dilakukan puluhan petani di Banjar Dinas Penaga, Desa Yangapi, Bangli. Sejak 2019 lalu mereka yang tergabung Kelompok Usaha Bersama Bukit Sari, menanam bibit porang dan mengembangkannya. Rabu (21/10/2020) dilaksanakan penanaman bibit yang dihadiri Bupati Bangli, Made Gianyar.

Dalam sambutannya, Made Gianyar menyampaikan, di era kekinian para petani harus mempunyai terobosan-terobosan untuk bisa bersaing dengan petani-petani yang berkembang. “Saya sebagai Bupati, baru pertama kali melihat kelompok tani yang mengembangkan tanaman porang di Bangli, ini patut ditiru oleh petani-petani yang lain karena sudah berani mengambil terobosan baru dengan menanam pohon porang,” pujinya.

Baca juga :  Palinggih Pura Bale Agung Serokadan Terbakar

Ditekankan Gianyar, di masa pandemi ini pihaknya mengajak masyarakat untuk lebih kreatif demi memajukan perekonomian. Dengan adanya budidaya pohon porang ini, pihaknya berharap mudah-mudahan bisa ditiru oleh para petani dan juga para wirausaha lainnya. Dikatakan pula, hasil dari pohon porang ini sudah siap dipasarkan oleh PT. Porang Indo Bali.

Sementara itu, Ketua Kelompok Usaha Bersama Bukit Sari, Nengah Kesel, mengatakan, kelompoknya berdiri tahun 2019 dengan jumlah anggota sebanyak 50 orang. Di mana luas lahan yang dikelola 1,5 hektar. “Adapun kelompok tani ini akan mengembangkan bibit porang dan bahkan di Kabupaten Bangli baru kelompok kami yang mengembangkan bibit porang,” ungkapnya.

Baca juga :  Program Relaksasi Belum Optimal

Disebutkan Kesel, bibit tanaman berumbi yang dibudidayakan itu sebanyak 250 kg biji yang tersebar di seluruh lahan kelompok Usaha Bersama Bukit Sari. “Dana yang kami gunakan adalah disponsori oleh Koperasi Sri Dandan,” katanya. (128)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini