Petani Plandung Kembangkan Jagung Muda, Raup Omzet Jutaan Rupiah

0
4
Petani Plandung Kembangkan Jagung Muda, Raup Omzet Jutaan Rupiah
KEBUN JAGUNG - I Made Dwi Mardana saat berada di kebun jagungnya.

Amlapura, DenPost

Sektor pertanian sangat minim diirik oleh para pemuda. Namun berbeda dengan pria asal Dusun Plandung, Desa Padangkerta, Karangasem, I Made Dwi Mardana (37). Menggarap lahan jagung seluas 50 are. Hasilnya dipasarkan secara online dan tiap bulannya ia mampu meraup omzet minimal Rp 10 juta. Tak terpengaruh pandemic covid-19, Sarjana Manajemen Bisnis ini punya kiat khusus.

“Saya menjual jagung hibrida muda.  Hasilnya lebih menjanjikan. Sebab selain masa panennya yang lebih singkat, batang dan kulit jagungnya pun bisa menghasilkan uang,” tutur Mardana. Lebih lanjut ia menuturkan, jagung muda sangat berpotensi dilirik pasar lokal. Khusunya untuk aneka olahan lauk dan sayur.

Baca juga :  Ruas Jalan Kutabali Tuntas 14 Desember 2020

“Saya hanya jual dengan sistem online. Punya reseller yang cukup banyak. Per bulannya minimal saya bisa menjual jagung sekitar 2 ton,” tutur ayah 3 anak ini.

Tak hanya buahnya, Mardana juga menjual batang dan kulit jagung kepada para peternak sapi di Kecamatan Kubu. “Harganya 300 rupiah per batang. Biasanya diberikan untuk pakan sapi,” imbuhnya.

Permintaan jagung dari hasil panen Mardana tak hanya jenis jagung muda. Ia juga menyediakan bubuk jagung yang digunakan untuk pakan babi. “Permintaannya juga cukup tinggi. Jagung tua, saya selip sendiri. Saya membuat bubuk jagung dengan jagung murni, sehingga saya jual lebih mahal,” ungkapnya. Jika bubuk jagung di pasaran dijual kisaran Rp 4.000 hingga Rp 5.000, namun ia menjual dalam kisaran Rp 5.300.

Baca juga :  9 dari 20 Pasien Positif Asal Karangasem Sembuh

“Permintaannya cukup tinggi, apalagi sejak virus ASF mulai mereda,” katanya.

Menghasilkan kualitas jagung yang lebih besar dari jagung biasanya. Ia memiliki teknik khusus dalam bercocok tanam. Selain jagung hibrida yang memiliki batang pohon cukup tinggi. Menanam dengan memberi lapisan plastik pada media tanam juga memberi manfaat. “Penyakit-penyakit yang disebabkan oleh kutu yang ada di gulma dapat dihindari, sehingga dapat mengurangi resiko gagal panen,” imbuhnya. Kini ia berniat akan mengembangkan lahan jagung hingga 10 hektar. “Saya terus mengajak petani lain untuk ikut bekerja sama. Mengingat ini sangat menguntungkan,” pungkasnya. (yun)

Baca juga :  BKSDM akan Panggil Kepsek yang Diduga Tak Netral

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini