Antisipasi Kerumunan, Tradisi Gebug Ende Ditiadakan

0
4
Picsart 10 22 06.03.36
TAK DIADAKAN - Tradisi Gebug Ende di Desa Adat Seraya, sementara tak diadakan untuk menghindari kerumunan.

Amlapura,DenPost

Memasuki musim kemarau, masyarakat Desa Seraya biasa menggelar Tradisi Gebug Ende. Tradisi berperang dengan senjata yang terbuat dari Ende ini, bertujuan sebagai bentuk permohonan hujan. Karena masa pandemi Covid-19, pihak desa adat memilih untuk meniadakan untuk sementara dan hanya menggelar terbatas untuk ritual.

Bendesa Adat Seraya, Wayan Salin, beberapa waktu lalu, menuturkan keputusan ini memang sempat menimbulkan pro kontra. “Kami tidak ingin mengambil resiko karena akan sulit membatasi penonton,” jelas Salin.

Baca juga :  33 Anggota Korpri Karangasem Terima Santunan

Lebih lanjut, dia menuturkan banyak warga yang sempat berdebat karena keputusan ini. Namun, pihaknya tetap mengambil kebijakan mencari aman. “Lagi pula ini tradisi. Tidak dilaksanakan sementarapun tidak akan kenapa. Sebab, jika ritualnya telah dilaksanakan beberapa waktu lalu,” imbuhnya.

Dengan menghindari kerumunan dan mengikuti protokol kesehatan, Salin berharap pandemi Covid-19 dapat segera berakhir dan perhelatan Tradisi Gebung Ende dapat digelar di tahun berikutnya. “Intinya pelaksanaan yang bersifat sakral tetap digelar di Pura Bale Agung,” ujarnya. (yun)

Baca juga :  Pakai SS, Mantan Napi Kasus Pembunuhan Dibekuk BNNK Karangasem

 

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini