Roboh, ‘’Bade’’ Timpa Rumah Warga di Keliki

0
11
KELUARKAN JENAZAH – Warga mengeluarkan jenazah dari bade roboh dan menimpa rumah warga di Desa Keliki, Kecamatan Tegallalang, Gianyar, roboh dan menimpa rumah warga pada Minggu (25/10) kemarin. (DenPost/ist)

Gianyar, DenPost
Bade untuk prosesi pengabenan seorang warga Desa Keliki, Kecamatan Tegallalang, Gianyar, Minggu (25/10/2020) tiba-tiba roboh. Hal itu terjadi diduga akibat kayu penyangga bade tidak kuat, sehingga patah. Bade tumpang (tingkat) sembilan tersebut menimpa rumah warga setempat.

Beruntung bade hanya bersandar di atap rumah sehingga tidak sampai jatuh ke tanah. Juga tak ada korban dalam musibah ini. Selanjutnya jenazah di bade tersebut, Ngakan Gede Padma, dievakuasi menggunakan mobil Pemadam Kebakaran Karangasem yang ikut dalam prosesi pengabenan ini.

Bendesa Adat Keliki I Made Suadiasa mengatakan bade yang roboh dan menimpa rumah milik I Nyiman Lekik itu terjadi pukul 13.00. ‘’Sore hari saya ada parum terkait masalah ini. Sedangkan bade-nya sudah dibawa ke kuburan,” tegasnya.

Baca juga :  Empat Pria Diringkus Polisi Setelah Lakukan Ini

Saat bade roboh, hanya menimpa genteng rumah warga, sehingga tak ada warga yang tertimpa. Pun jenazah di dalam bade masih utuh alias tidak sampai jatuh. Selanjutnya jenazah mantan pengacara ternama di Gianyar ini dievakuasi menggunakan mobil Pemadam Kebakaran Gianyar untuk dibawa ke kuburan.

Suadiasa menambahkan musibah bade roboh itu sejatinya sudah dekat dengan kuburan. Jaraknya sekitar 1 km dari rumah duka.
“Rumah warga yang tertimpa bade hanya rusak sedikit, dan jenazah di dalam bade langsung dievakuasi,” tambahnya.

Baca juga :  Pukul Anjing, MW Diadili

Menurut Suadiasa, bade setinggi itu dibeli di tempat lain, bukan dibuat di rumah duka. “Masyarakat kami sudah bisa mengangkat bade, tapi di bawah bade itu rupanya tidak kuat,” paparnya.
Tinggi bade dijelaskan mencapai 20 meter dengan sembilan tingkat. Sedangkan yang menggotong bade menuju kuburan sekitar 80 orang, dan tetap dengan protokol kesehatan. Begitu di jalan yang sedikit akan menurun, tiba-tiba bade roboh.

Atas kejadian ini, Bendesa akan dipanggil polisi. Selain itu, pihaknya akan menggelar pertemuan dengan prajuru guna membahas masalah ini.
Kapolsek Tegallalang AKP Ketut Sudita menambahkan robohnya bade tumpang sembilan ini diduga akibat konstruksi kurang bagus, sehingga kayu terlepas.

Baca juga :  Bayi Hyena Lahir di Bali Safari Park, Dinamai Mooi oleh Jedar

AKP Ketut Sudita mengungkapkan bahwa saat meninggalnya Ngakan Gede Padma, Polsek Tegallalang sudah berkoordinasi dengan keluarga almarhum untuk antisipasi keramaian saat ngaben. Mengingat pihak keluarga ingin tetap upacara palebon, maka Polsek Tegallalang menyerahkan kepada pihak keluarga untuk berkoordinasi dengan Satgas Gotong Royong Desa untuk penerapan protokol kesehatan. (yul)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini