DENPOST.id Raih Penghargaan Media Pengguna Bahasa Terbaik

0
17
DENPOST.id Raih Penghargaan Media Pengguna Bahasa Terbaik
PENGHARGAAN – Kepala Balai Bahasa Provinsi Bali, Toha Machsum, M.Ag usai menyerahkan penghargaan kepada dua portal berita online pengguna bahasa terbaik, Selasa (27/10/2020).

Tembawu, DENPOST.id

Serangkaian Bulan Bahasa dan Sastra Indonesia, Balai Bahasa Provinsi Bali menggelar sejumlah kegiatan berkaitan dengan kebahasaan dan sastra. Di antaranya lomba kritik sastra dan penghargaan bagi media massa pengguna bahasa terbaik. Untuk media massa pengguna bahasa terbaik kategori media online, Selasa (27/10/2020), Balai Bahasa memberikan penghargaan kepada dua portal berita yakni DENPOST.id dan Suara Bali.

Kepala Balai Bahasa Provinsi Bali, Toha Machsum, M.Ag, usai menyerahkan penghargaan mengatakan, penilaian media massa pengguna bahasa terbaik meliputi penerapan kaidah ejaan Bahasa Indonesia, pembentukan kata, pemilihan kata, penyusunan kalimat dan penyusunan paragraf. “Dari pengamatan tim Balai Bahasa pada sejumlah media online di Bali, kedua media ini telah mengikuti kaidah-kaidah kebahasaan dalam berita-berita yang disajikan. Kami harapkan ini dipertahankan dan bisa memotivasi media-media yang lain untuk melakukan hal serupa,” papar Toha.

Baca juga :  Pasien Positif Corona Muncul di Dentim dan Densel

Lebih lanjut dikatakan, media massa berperan dalam menyosialisasikan kepada masyarakat akan pentingnya cinta bahasa. Dengan menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, media diharapkan Toha bisa menjadi sarana edukasi bagi pembaca atau masyarakat, sehingga timbul kecintaan dan rasa bangga masyarakat untuk menggunakan bahasa negaranya.

Terkait bahasa atau kata serapan, Toha tak menampik saat ini ada beragam kata yang merupakan serapan bahasa asing maupun bahasa daerah yang populer diucapkan di masyarakat. “Bukan tidak boleh menggunakan istilah asing, akan tetapi kalau sudah ada padanannya dalam Bahasa Indonesia, alangkah baiknya gunakan yang berbahasa Indonesia,” sarannya.

Baca juga :  Buktikan Bukan Ormas Meresahkan, Laskar Bali Shanti WS Lakukan Ini

Namun, lanjut Toha, kata serapan baik dari bahasa daerah maupun bahasa asing, sejatinya justru bisa memperkaya kosakata Bahasa Indonesia. “Tidak tertutup kemungkinan, bahasa-bahasa serapan ini bisa dibakukan. Akan tetapi tidak bisa semua diloloskan begitu saja. Tentunya melalui proses penyaringan artinya kata-kata yang sesuai dengan kaidah bahasa yang bisa dirangkum untuk memperkaya Bahasa Indonesia. Apalagi kita memiliki beragam suku dan bahasa, justru bagus kalau beberapa kata diserap, ini akan sangat menguatkan bahasa kita,” pungkasnya. (111)

Baca juga :  Kasus Sembuh dan Positif 26 Orang, 1 Pasien Dinyatakan Meninggal

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini