Diduga Ada Politik Uang, Bawaslu Bentuk Tim Investigasi

0
6
Diduga Ada Politik Uang, Bawaslu Bentuk Tim Investigasi
Ketua Bawaslu Kabupaten Jembrana, Pande Made Ady Mulyawan

Negara, DenPost

Bawaslu Kabupaten Jembrana menerima informasi terkait  beredarnya video viral yang diduga terjadi di Jembrana. Video tersebut diduga bernuansa politik uang dan juga ada dugaan oknum kadus/kaling yang tidak netral.

Menyikapi hal tersebut, Bawaslu Jembrana telah membentuk Tim Investigasi untuk melakukan penelusuran. Ketua Bawaslu Jembrana, Pande Made Ady Mulyawan, Selasa (27/10/2020) mengatakan, penelusuran juga melibatkan pengawas di tingkat kecamatan dan kelurahan/desa yang diduga tempat peristiwa terjadi.

Baca juga :  Langgar Prokes, Ratusan Massa Kampanye Paket Bangsa Bubarkan Diri

Penelusuran  akan dilaksanakan selama tujuh  hari sejak video tersebut ditetapkan sebagai informasi awal. Bawaslu Jembrana juga melakukan penelusuran terhadap informasi awal tentang dugaan kaling yang melakukan kegiatan yang mengarah kepada keberpihakan/netralitas.

“Diduga ada empat perangkat desa dan kelurahan yang melakukan pelanggaran.  Dugaan keberpihakan empat orang kepala dusun atau kepala lingkungan dari beberapa desa dan kelurahan berbeda tersebut diketahui Bawaslu melalui foto dan video,” katanya.

Baca juga :  Hanura Kembali Merapat ke Giriasa

Kepala dusun atau pelaksana kewilayahan, menurut Pande, semestinya menjaga netralitas sehingga tidak ada gesekan. Kadus/kaling dilarang berpihak pada salah satu pasangan calon bupati dan wakil bupati. Hal ini sesuai dengan pasal 51 huruf b Undang-undang 6 tahun 2014 tentang desa, perangkat desa dilarang membuat keputusan yang menguntungkan diri sendiri, anggota keluarga, pihak lain, dan atau golongan tertentu.

Selain menelusuri dugaan pelanggaran yang dilakukan perangkat desa, Bawaslu Jembrana menelusuri dugaan adanya politik uang yang dilakukan oleh salah satu calon.

Baca juga :  Menjelang New Normal, Tim Gugus Tugas Gerebek Pasar

Lima dugaan pelanggaran tersebut masih ditelusuri. “Belum bisa dipastikan ada peristiwa pelanggaran pada tahapan Pilkada Jembrana,” terangnya. (120)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini