Penyertifikatan Aset Sekolah di Klungkung Terganjal

0
4
Penyertifikatan Aset Sekolah di Klungkung Terganjal
Kadisdik Klungkung, Dewa Gde Darmawan

Semarapura, DenPost

Rencana Dinas Pendidikan Klungkung untuk menyertifikatkan aset sekolah (SD dan SMP) ternyata belum berjalan mulus.  Berbagai persoalan muncul pasca-kepala sekolah (kepsek) melakukan inventarisir aset di sekolahnya masing-masing. Di antaranya ada kesan penolakan terkait rencana penyertifikatan tersebut. Pemicunya, mulai dari ada pihak desa atau desa adat yang tidak merelakan dan ada pula lahan sekolah yang rupanya berstatus hak milik pribadi.

Kadis Pendidikan Klungkung, Dewa Gde Darmawan ketika dikonfirmasi, Selasa (27/10/2020) tidak menampik adanya permasalahan tersebut. Menurutnya, hasil pendataan aset yang dilakukan para kepsek di seluruh kecamatan di Kabupaten Klungkung sudah dilaporkan ke Disdik. Namun, saat ini Dewa Darmawan belum melakukan rekap terhadap data tersebut. “Laporan sudah masuk, cuma belum direkap,”katanya.

Baca juga :  Satpol PP dan Dishub Klungkung "Kucing-kucingan" Tertibkan Pedagang Bermobil

Mengacu pada hasil laporan tersebut, Dewa Darmawan memaparkan, ada beberapa kendala yang dialami di antaranya masih bermasalah karena pihak desa adat atau pihak desa yang belum merelakan lahan sekolah disertifikatkan dan aset berupa lahan sekolah yang masih berstatus hak milik pribadi.

Untuk kendala desa adat yang belum rela, Dewa Darmawan optimis masalah tersebut dapat dipecahkan asalkan dilakukan sosialisasi dan penjelasan secara detail. Permasalahan paling mengganjal, katanya, justru pada lahan sekolah yang masih berstatus milik pribadi. Yang mana ketika wacana penyertifikatan digulirkan, ahli waris aset sekolah yang berupa hak milik pribadi ini menyuarakan respons beragam.

Baca juga :  Lima Kios di Desa Selat, Klungkung Ludes Terbakar

“Ada yang bersedia dengan suka rela lahannya disertifikatkan untuk sekolah, sepanjang sekolah itu masih beroperasi. Selain itu ada pula yang merespons sebaliknya yakni meminta kembali asetnya jika pemerintah ngotot melakukan peryertifikatan, seperti yang terjadi di Kecamatan Nusa Penida,” bebernya.

Menyikapi persoalan ini, Dewa Darmawan tetap optimis semuanya akan berjalan lancar. Saat ini pihaknya masih akan fokus melakukan rekap data. Setelah ada data validnya, maka akan dikelompokkan aset-aset sekolah yang masih bermasalah. Nanti Disdik akan terjun untuk memberi pemahaman kepada masyarakat. (119)

Baca juga :  Sebelum Hilang, Pemancing di Pantai Gamat Sempat Terombang-ambing

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini