Diduga Epilepsi, Leplep Ditemukan Tewas di Laut

Picsart 10 27 06.25.24
DITEMUKAN MENINGGAL - Mayat Leplep (50) yang ditemukan di tengah laut yang diduga meninggal akibat epilepsinya kambuh saat mandi.

Singaraja, Denpost

Diduga epilepsi, Ketut Mudiasta alias Leplep (50) warga Desa Bondalem, Tejakula ditemukan tewas di tengah laut, Selasa (27/10).

Informasi yang dikumpulkan, sekitar pukul 09.20 Wita, di tengah pantai depan Pura Tirta Penembak Desa Bondalem, Kecamatan Tejakula ditemukan sesosok mayat dengan identitas Ketut Mudiasa alias Leplep (50) alamat Banjar Dinas Tegal Sari, Desa Bondalem, Kecamatan Tejakula.

Kasubaghumas Polres Buleleng, Iptu Gede Sumarjaya, SH., mengatakan ada tiga saksi yang sudah dimintai keterangan, yakni Putu Ngurah Restama (20), Putu Ngurah Rediasa (21), dan Gede Parwisna (49).

“Kronologisnya pukul 07.30 Wita, saksi 1 bersama saksi II pergi untuk melaut mencari gurita, tiba tiba melihat ada sesuatu yang mengambang di tengah laut kemudian berdua mendekatinya ternyata yang mengambang adalah sesok mayat laki-laki tanpa busana,” jelasnya.

Baca juga :  Dewa Puspaka Kembalikan Kerugian Negara

Selanjutnya saksi 1 menghubungi saksi III dan saksi III menghubungi Perbekel Bondalem dan pihak Polsek Tejakula.

Sambil menunggu pihak Kepolisian datang, Saksi 1, Saksi II bersama ketua Pokmatwas Desa Bondalem, Nyoman Sugiarta mengambil mayat ke tengah laut sekitar 40 meter dari pinggir pantai dengan menggunakan perahu untuk di bawa ke pinggir pantai

“Hasil keterangan medis dari Puskesmas Tejakula II dipimpin dr. Ari Wiramaoleh bersama medis Wayan Yuliana menyebutkan tidak ada tanda kekerasan pada tubuh korban dan mayat diperkirakan belum sampai 6 jam,” imbuh Sumarjaya.

Baca juga :  DPC PDI Perjuangan Buleleng Gelar Lomba Olahan Makanan

Dugaan meninggalnya korban pada saat mandi di laut, yakni sakit ayan (epilepsi) yang diderita korban kambuh, sehingga tenggelam dan meninggal di tengah laut.
“Berdasarkan hasil keterangan dari adiknya, korban menderita sakit gangguan jiwa diserta sakit ayan yang diderita sejak kecil. Keluarga korban menerima meninggalnya korban dengan ikhlas dan tidak mau melakukan otopsi,” tandasnya. (118)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini