Penasihat Hukum Jurnalis Asal Turki Bantah Kliennya Memperkosa

0
7
Kuasa Hukum Jurnalis Asal Turki Bantah Klienya Memperkosa
Kuasa hukum jurnalis asal Turki berinisial SU, I Made Bandem Danajaya, memperlihatkan surat bantahan kliennya.

Kereneng, DenPost
Kasus dugaan pemerkosaan yang dilakukan jurnalis asal Turki berinisial SU yang dilaporkan ke polisi akhirnya ditanggapi kuasa hukumnya, I Made Bandem Danajaya. Warga Turki tersebut membantah memperkosa seorang wanita berinisial TN.

Saat memberikan kralifikasi pada Selasa (27/10/2020), I Made Bandem juga menyangkal jika TN direkoki miras hingga mabuk. Diceritakan bahwa awalnya pada Kamis (1/10/2020) kliennya, SU, minum miras bersama teman-temannya di Lovin Bar, Ubud, Gianyar. Hingga pukul 23.00, SU hendak pulang ke tempat tinggalnya di Bali Bohemia, yang tak jauh dari tempat mereka pesta minuman beralkohol. “Pada saat itu TN bertanya kepada SU tinggal dimana? SU menjawab di Bali Bohemia. TN lalu tahu tempat tinggal SU sangat bagus. TN mengaku tertarik ke tempat inap SU tersebut,” tegas Bandem.

SU dan TN lantas menuju Bali Bohemia dengan mengendarai motor masing-masing. Di sana, mereka berhubungan badan atas dasar suka sama suka. “Keduanya melakukan dengan kondisi sadar, tidak mabuk seperti pemberitaan. Tanpa ada unsur paksaan sedikit pun. Hubungan badan dilakukan beberapa kali dan di berbagai tempat. Tidak hanya dilakukan di ruangan, tapi juga di kebun,” beber Bandem.

Baca juga :  Wacana Pusat Hubungkan Ngurah Rai dan Benoa, Begini Respons Anggota Dewan

Keesokan harinya yakni Jumat (2/10/2020) SU terbangun dan melihat TN bangun terlebih dahulu. Mereka kemudian mengobrol. Saat ngobrol itulah SU memperkenalkan TN kepada temannya yang bernama Mara, kreator menu makanan, melalui ponsel. TN kemudian meninggalkan Bali Bohemia pukul 15.00.
Setelah itu mereka tidak bersua lagi sampai Minggu (4/10/2020) pukul 22.41, TN menyapa SU melalui WhatsApp. Tapi SU tidak sempat menanggapinya. Tiba-tiba pada Senin (5/10/2020) pukul 02.00, SU diciduk 10 polisi di penginapannya. Dia kemudian dibawa ke Mapolda Bali untuk diperiksa.
“Jadi tidak benar klien kami, SU, melakukan pemerkosaan dan merecoki korban dengan minuman beralkohol. Semua mereka lakukan dengan sadar dan suka sama suka,” tegas Bandem.

Baca juga :  Covid-19 di Kota Denpasar, 11 Pasien Sembuh dan Positif 18 Orang

Sedangkan penangkapan SU tersebut dibenarkan Polda Bali. Wadir Krimum Polda Bali AKBP Suratno mengatakan bahwa kasus ini sedang dalam penanganan polisi. “Sedang diproses,” ujarnya, beberapa waktu laku. (yan)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini