Demo di DPD Ricuh, PHDI Imbau Warga Tak Terprovokasi

Picsart 10 28 02.30.28
MASSA - Situasi saat massa mendatangi kantor DPD RI, Jl. Cok Agung Tresna.

Sumerta Klod, DenPost

Aksi spontanitas sekelompok warga yang mendatangi kantor DPD RI Provinsi Bali Rabu (28/10/2020) di Denpasar, berujung ricuh. Seorang peserta aksi diduga memukul kepala anggota DPD RI, I Gusti Ngurah Arya Wedakarna (AWK). Atas perlakuan itu, AWK menuju Polda Bali untuk melapor.

Terhadap kondisi itu, Ketua PHDI Kota Denpasar, Nyoman Kenak, mengajak kedua pihak yang bersitegang agar menahan diri, sehingga kericuhan tak meluas. “Mari semua cooling down (menahan diri). Tempuh solusi yang bisa menenangkan, sehingga keributan tidak meluas,” ajaknya melalui sambungan telepon.

Baca juga :  1.600 Warga Klungkung Jadi Sasaran Vaksin, Begini Persiapan Diskes

Pantauan di lapangan, aksi massa itu diduga dipicu ketersinggungan atas ucapan AWK yang diduga menyinggung perasaan sejumlah pihak. Terhadap hal itu, Kenak berpendapat, sebaiknya warga menempuh hukum dengan melapor kepada pihak Kepolisian.

“Kalau memang dirasa menyinggung, sebaiknya dilaporkan kepada petugas berwenang. Apabila memenuhi unsur pelanggaran, tentu akan diproses. Karena ini melibatkan unsur adat dan agama, umumnya PHDI akan dilibatkan, misalnya sebagai saksi ahli,” terang Kenak.

Baca juga :  Sembunyi di Hutan, Pembunuh Sri Widayu Dikabarkan Tertangkap

Menimbang situasi di lapangan sempat memanas, sehingga berpotensi meluas, dia akan berkoordinasi bersama pengurus PHDI tingkat Kecamatan hingga Desa agar ikut berperan mencegah kericuhan.

Ketua Pecalang Bali, Jro I Made Mudra, menyebutkan situasi memang memanas saat itu.
Dari pantauannya di lapangan, massa yang datang berkisar puluhan. Peserta aksi datang dengan mengendarai motor, dan sebagian duduk di mobil. Kendati demikian, dia mengajak semua pihak agar tetap ingat menerapkan protokol kesehatan, sesuai dengan arahan pemerintah dan desa adat masing-masing. (106)

Baca juga :  Brimob Bersenjata Laras Panjang Patroli, Ini Sasarannya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini