Terapkan Prokes Ketat, Pujawali di Pura Dang Kahyangan Petitenget Digelar Sehari

0
6
Picsart 10 29 06.49.31
Pamucuk Prajuru Pura Dang Kahyangan Petitenget lan Pura Masceti Ulun Tanjung, AA Ngurah Rai Yuda Darma.

Mangupura, DenPost

Pujawali di Pura Dang Kahyangan Petitenget, Desa Adat Kerobokan, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung yang berlangsung setiap enam bulan atau 210 hari sekali, akan jatuh pada, Rabu (4/11/2020), bertepatan dengan rahina buda wage merakih.

Berkenaan dengan pujawali tersebut, Prajuru Pura Dang Kahyangan Petitenget lan Pura Masceti Ulun Tanjung melaksanakan paruman pada, Sabtu (17/10/2020), yang dihadiri pemangku, pengerob, permas, pemaksan, Bendesa Adat Kerobokan, Penglingsir Jero Kelodan Kerobokan dan angga griya.

Pemucuk Prajuru Pura Dang Kahyangan Petitenget lan Pura Masceti Ulun Tanjung, AA Ngurah Rai Yuda Darma, Kamis (29/10/2020), mengatakan parum membahas beberapa agenda terkait dudonan pujawali, serta upacara dan upakara pujawali di masa pandemi Covid-19. Hasil paruman telah memutuskan bahwa pujawali akan tetap dilaksanakan, namun hanya selama satu hari mulai pukul 09.00 Wita dan berakhir pukul 17.00 Wita tanpa menghilangkan purwa dresta yang ada di Pura Dang Kahyangan Petitenget.

Baca juga :  Gempa Tektonik M 6,3 di Laut Jawa Terasa Hingga Kuta

Pujawali dilaksanakan dengan pembatasan krama pengayah maupun pemedek, serta tetap memperhatikan dan mematuhi protokol kesehatan secara ketat, seperti wajib mempergunakan masker, cuci tangan dengan sabun pada air yang mengalir dan selalu jaga jarak minimal 1,5 meter.

“Penyanggra pujawali dari persiapan sampai dengan berakhirnya pujawali dilaksanakan oleh krama pengerob, permas lan pemaksan Pura Dang Kahyangan Petitenget, serta Prajuru Pura Dang Kahyangan Petitenget lan Pura Masceti Ulun Tanjung,” katanya.

Baca juga :  KemenPAN-RB Lakukan Ini di MPP Badung

Menurut Yuda Darma yang juga Kadis Perhubungan Kabupaten Badung ini, walaupun pujawali berlangsung sehari, prajuru pura tidak bisa melarang pemedek (masyarakat) dari seluruh Bali untuk tangkil menghaturkan bakti di Pura Dang Kahyangan Petitenget. Akan tetapi pihaknya mengimbau kepada umat sedharma di seluruh Bali yang akan pedek tangkil pada saat pujawali pada kali ini agar melaksanakan pangubakti atau persembahyangan melalui merajan masing-masing.

Baca juga :  ‘’Smart Village’’, Belajar Daring Lebih Mudah

“Apabila memang harus tangkil, umat sedharma agar pedek tangkil setelah pelaksanaan upacara lan upakara pujawali berakhir sekitar pukul 17.00 Wita,” ujarnya. (a/113)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini