Selain Terapkan Prokes di Wisata Bahari, Desa Adat Tanjung Benoa Dirikan Ini

0
7
Selain Terapkan Prokes di Wisata Bahari, Desa Adat Tanjung Benoa Dirikan Ini
TENTEN MART - Menyikapi dampak covid-19 terhadap ekonomi warga, Desa Adat Tanjung Benoa dirikan Tenten Mart.

Kutsel, DenPost

Kunjungan wisatawan ke wisata bahari memang relatif masih jauh dari normal. Namun berbagai upaya terus dilakukan desa adat bersama pihak pengusaha lokal di sana. Salah satunya dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat baik kepada pengelola maupun wisatawan hendak menikmati wisata bahari. Dari wajib mengenakan masker, mencuci tangan serta menjaga jarak. Di masing-masing meja yang digunakan melayani wisatawan sebelum menikmati permainan dilengkapi dengan hand sanitizer.

Penerapan protokol secara ketat ini diakui Bendesa Adat Tanjung Benoa, Made Wijaya alias Yonda, Jumat (30/10/2020). Yonda memaparkan, semenjak covid-19 masuk ke Indonesia, pihaknya sudah melakukan berbagai cara untuk mengantisipasi. Seperti melakukan pengecekan kepada setiap yang hendak masuk wilayah Tanjung Benoa, mengawasi semua kawasan pesisir hingga melarang ABK kapal untuk terjun ke darat. Selain itu penyemprotan disinfektan juga dilakukan secara rutin di seluruh wilayah Tanjung Benoa. Selanjutnya begitu pariwisata domestik dinyatakan dibuka, pihaknya langsung menerapkan protokol keshatan secara ketat di masing-masing usaha. Termasuk juga mengevaluasi beberapa permainan untuk menjaga jarak.

Baca juga :  Jatuh ke Sumur, Kakek Ramuk Tewas

“Kita terapkan protokol kesehatan secara ketat, baik dengan mengecek suhu, wajib pakai masker dan hand sanitizer. Termasuk evaluasi beberapa permainan yang harus jaga jarak. Misalnya banana boat diisi setengahnya dari biasanya,” paparnya.

Di sisi lain, karena pandemi ini sangat berdampak pada sisi ekonomi masyarakat, selain menyalurkan bantuan sembako, pihaknya juga melakukan inovasi menggeliatkan UMKM.

Salah satunya dengan mendirikan tenten mart. Selain menyerap tenaga kerja, tenten mart ini juga memberi kemudahan masyarakat untuk mendapatkan bahan pokok dengan harga sangat terjangku. “Kami juga merangkul para warung kecil dan UMKM untuk bisa mendapatkan dagangannya di mart ini untuk dijual kembali bekerjasama dengan LPD. Pemilik warung bisa pinjam ke LPD dan mendapat barang dari tenten mart dan tenten mart hanya mengambil point, sehingga saling dukung dan tidak mematikan usaha kecil warga,” paparnya.

Baca juga :  Pembelajaran Tatap Muka, Ketua PGRI Badung Katakan Ini

Saat ini tenten mart mempekerjakan 4 karyawan, di mana per hari pemasukanya mencapai Rp 2 juta. Dia mengaku optimis inovasi ini akan berkembang pesat, karena nantinya masyarakat dan para pengusaha akan diajak berbelanja dan memanfaatkan tenten ini. “Saya optimis ini akan berkembang bersama UMKM milik warga dengan dukungan semua pihak yang ada di Tanjung Benoa. Hal ini juga salah satu upaya meminimalisasi masuknya toko modern berjejarang yang sudah masuk hingga ke gang-gang dan mengancam warung warga lokal. (113)

Baca juga :  Gudang Industri Jajanan Gipang Terbakar Tengah Malam

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini