Tim Investigasi Bawaslu Jembrana Tidak Temukan Politik Uang

0
13
Tim Investigasi Bawaslu Jembrana Tidak Temukan Politik Uang
RAPAT PLENO - Rapat pleno hasil kajian tim investigasi yang menelusuri adanya politik uang dan dugaan pelanggaran lainnya di Bawaslu Jembrana.

Negara, DenPost

Bawaslu Kabupaten Jembrana telah menindaklanjuti adanya empat informasi awal terkait dugaan pelanggaran Pilkada Jembrana 2020. Bahkan Bawaslu Jembrana telah membentuk tim investigasi untuk menelusuri dugaan pelanggaran tersebut.

Setelah dilakukan penelusuran, akhirnya hasilnya dikaji dan diplenokan Jumat (29/10/2020). Dari pleno tersebut diputuskan, keempat laporan itu tidak ditindaklanjuti karena tidak ditemukan adanya unsur pelanggaran sebagaimana ketentuan peraturan perundang-undangan pilkada.

Untuk informasi adanya politik uang juga sudah dilakukan penelusuran sesuai isi video di salah satu tempat warga di wilayah kelurahan/Kecamatan Negara. “Kami sudah minta keterangan pada pihak-pihak yang ada di video tersebut. Dari keterangan empat orang yang hadir, tidak satu pun yang mengatakan ada pembagian uang tapi hanya stiker pasangan calon. Empat orang tersebut termasuk tuan rumah,” jelas Ketua Bawaslu Jembrana, Pande Made Ady Muliyawan, usai rapat pleno.

Baca juga :  Seorang Warga Banjar Arca Ditemukan Tewas di Dam Pulukan

Terkait dugaan Kaur Kewilayahan Kaliakah, Ni Putu Y membalas komentar salah satu anggota grup WA dengan makna kalimat yang mengandung dukungan terhadap salah satu paslon di FB resmi Bawaslu 24 Oktober lalu juga tidak ditindaklanjuti. Karena melewati batas waktu laporan yaitu tujuh hari sejak investigasi ditemukan.

Demikian juga terkait dugaan kaur kewilayahan Kaliakah dari akun FB atas nama Gusti Lanang Alit yang mengunggah foto dan screenshot WA grup tentang adanya dugaan kelian dinas yang menyuarakan paslon No. 1 pada 20 Oktober 2019, menurut Bawaslu tidak ditemukan pelanggaran karena sudah kedaluwarsa.

Baca juga :  Angin Puting Beliung Akibatkan Belasan Rumah di Jembrana Rusak

Selain itu, dugaan kaling Banjar Tengah diinformasikan menghapus postingan-postingan yang terkait dengan salah satu calon di grup info warga Jembrana juga tak berlanjut.  “Dia sebagai moderator dan dianggap merugikan salah satu calon,” katanya. Namun setelah ditelusuri tim investigasi, Bawaslu tidak bisa melihat apa isi postinggan tersebut. Demikian juga informan tidak bisa melihat isi postingan tersebut.

Pande mengatakan, dengan hasil penelusuran dan kajian tersebut pihaknya tidak menindaklanjuti keempat informasi itu. Pihaknya mengimbau agar paslon dan tim kampanye tidak melakukan kegiatan yang melanggar ketentuan dan tidak melakukan politik uang. Selain itu agar tetap disiplin protokol kesehatan. (120)

Baca juga :  Hujan Lebat, Pondasi Halaman Rumah Warga Longsor

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini