Tolak Kedatangan AWK di Nusa Penida, Warga Bakal Gelar Aksi di Monumen Puputan

0
42
Tolak Kedatangan AWK di Nusa Penida,  Warga Bakal Gelar Aksi di Monumen Puputan
PERTEMUAN - Sejumlah elemen masyarakat Nusa Penida melakukan pertemuan di wantilan Pura Penataran Ped untuk menolak kedatangan AWK, Minggu (1/11) kemarin. (DenPost/ist)

Semarapura, DenPost

Rencana anggota DPD RI Dapil Bali, Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedastraputra alias AWK ke Nusa Penida untuk melakukan kunjungan kerja (kunker) dan ngaturang guru piduka menimbulkan reaksi warga setempat. Pada Minggu (1/11/2020) elemen masyarakat Nusa Penida yang terdiri dari unsur  prajuru pura, prajuru adat, perbekel, dan tokoh masyarakat, menolak tegas kedatangan AWK ke Nusa Penida.

Penolakan ini diputuskan dalam rapat yang digelar di Wantilan Pura Penataran Ped, Minggu sore. Dalam rapat itu hadir Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta, dan Kapolres Klungkung, AKBP Arya Bima Viyasa.

Selain menolak kedatangan AWK, warga juga menggelar aksi damai di Monumen Puputan Klungkung pada Selasa (3/11) besok. Termasuk melaporkan AWK ke Polda Bali mengenai statemennya di media sosial (medsos) yang dinilai menyinggung perasaan warga Nusa Penida. “Memang ada pertemuan dengan sejumlah elemen masyarakat di wantilan Pura Penataran Ped yang intinya menolak kedatangan AWK ke Nusa Penida,” ujar Ketua Majelis Desa Adat Kecamatan Nusa Penida, Wayan Supartawan.

Baca juga :  Operasional Toko Swalayan Hingga Rumah Makan di Klungkung Juga Dibatasi

Menurut dia, ada sejumlah alasan warga menolak kedatangan AWK ke Nusa Penida di antaranya warga tidak menjamin akan keamanan AWK. Apalagi situasi di Nusa Penida masih memanas. Bahkan ada kesan semua pihak tidak mendukung pasca-AWK memberikan statamen di medsos soal Ida Sesuhunan di Pura Dalem Ped.

 

“Ada dendam membara antara warga Nusa Penida dengan AWK. Jadi kami menolak dia datang ke Nusa Penida,” tegas Wayan Supartawan.

Baca juga :  Soal "Kota Hantu", Koster Sebut Bali Tak Terganggu

Mengenai aksi damai masyarakat Nusa Penida di Monumen Puputan Klungkung pada Selasa besok, dia menyebut melibatkan 150 orang lebih. Mereka akan orasi menyampaikan mosi tidak percaya terhadap AWK selaku anggota DPD RI Dapil Bali. Warga juga menuntut agar AWK meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat soal statemennya di medsos yang menyatakan Ida Bhatara yang berstana atau mendiami Pura Dalem Ped, Nusa Penida, bukanlah dewa. Bahkan warga akan membawa persoalan tersebut ke jalur hukum dengan melapor ke Polda Bali.

Baca juga :  Tanpa Identitas, Warga Timor Leste Diamankan

“Kami melakukan aksi damai di Klungkung untuk menghormati Satgas  Covid-19 dan pemerintah. Jangan sampai kami warga Nusa Penida datang berjubel ke Denpasar sehingga menambah kasus lagi. Kami juga tidak ingin membawa oleh-oleh virus pulang ke Nusa Penida. Kami menghormati imbauan dari pemerintah,” jelas Supartawan.

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta ketika dimintai konfirmasi mengaku ikut dalam pertemuan tersebut. Namun dia tidak banyak berkomentar mengenai hasil pertemuan tersebut. Dia mengaku bersama Kapolres Klungkung ikut dalam pertemuan untuk memantau dan mengimbau warga agar melaksanakan aksi damai nanti di Klungkung. Hal ini dilakukan untuk mencegah meningkatnya penyebaran Covid-19. (wia)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini