Kunjungi Kanwil Agama RI dan PHDI Bali, Gde Agung Terima Aspirasi Ini

0
8
Kunjungi Kanwil Agama RI dan PHDI Bali, Gde Agung Terima Aspirasi Ini
PERTEMUAN - Gde Agung bersama sejumlah tim ahli DPD RI saat bertemu Ketua PHDI, Senin (2/11/2020).

Tonja, DENPOST.id

Keterbatasan guru Agama Hindu dan penolakan aktivitas sampradaya dalam hal ini Hare Krisna (HK) menjadi dua aspirasi yang diterima AA Gde Agung dalam kunjungannya pada Senin (2/11/2020). Pertama, dia mengunjungi Kantor Perwakilan Agama RI, dan berikutnya bertemu Ketua PHDI Provinsi Bali, Prof. Dr. IGN. Sudiana, di Kampus Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa.

“Ada tiga pokok yang harus dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan Agama Hindu. Pertama lembaga, kedua SDM dan sarana prasarana,” kata anggota Komisi III DPD RI Dapil Bali itu. Tentang ketersediaan guru pengajar Agama Hindu, dia mengakui bahwa jumlahnya sangat sedikit. Sedangkan kebutuhannya sangat tinggi, utamanya di luar Pulau Bali.

Baca juga :  Dua Pencuri di Rumah Kosong Didor

Kondisi itu salah satunya dipicu oleh tingkat kesejahteraan. Bahkan program PPPK disebutnya minim peminat, karena dalam praktiknya pelamar menilai status tersebut tidak jauh berbeda dengan guru honorer. Selain itu, populasi guru Agama Hindu juga terus berkurang karena setiap tahunnya ada yang pensiun, namun penggantinya belum ada.

Menurutnya, untuk urusan kesejahteraan guru Agama Hindu dapat didukung oleh yayasan maupun pemerintah daerah. “Agak berat itu guru agama yang sebagian besar mau pensiun, sedangkan pengganti belum ada. Semoga pemda bisa bantu,” ujarnya.

Baca juga :  12 ODGJ Rapid Test, Hasilnya Non-Reaktif

Mengenai penolakan HK, Sudiana menyebutkan PHDI telah bersurat kepada PHDI Pusat untuk mencabut pengayoman kepada Hare Krisna. Hanya, hingga saat ini dikatakan belum ada balasan resmi dari PHDI Pusat. “Kita tidak punya kewenangan membubarkan, hanya mengusulkan. Kami juga berharap sampradaya agar memperhatikan sikap kami,” ujarnya.

Tentang Hindu Nusantara, Sudiana menjelaskan hal itu merupakan sikap Hindu yang ingin bertoleransi di mana pun berada. Melalui kebijakan ini, kata dia, PHDI Bali telah mengajak PHDI hingga tingkat desa agar menghargai kearifan lokal daerah masing-masing. Salah satunya, soal penyebutan nama Tuhan di satu daerah berbeda dengan daerah lainnya. (106)

Baca juga :  Kodam Tingkatkan Akurasi Data Pergerakan Covid-19

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini