Cegah Kerumunan, Ujian Penurunan Kyu Dilakukan di Tiap Dojo

0
5
Cegah Kerumunan, Ujian Penurunan Kyu Dilakukan di Tiap Dojo
UJIAN - Suasana Ujian Penurunan Kyu di Dojo Nusa Kambangan. Karena pandemi, jumlah peserta ujian dibatasi untuk mencegah potensi penularan Covid-19.

Dauh Puri Kauh, DenPost

Membatasi jumlah peserta dan menerapkan protokol kesehatan menjadi solusi agar ujian penurunan kyu dapat berlangsung saat pandemi. Hal tersebut telah diterapkan perdana di Dojo Nusa Kambangan pada Minggu (1/11/2020) di belakang Pura Puseh Desa Adat Denpasar, Jl. Nusa Kambangan, Denpasar Selatan.

Sebanyak 35 anak-anak peserta diuji oleh tim penguji. Sebelum ujian, mereka dan para orangtua diwajibkan mencuci tangan dan dites temperatur tubuh. Kendati begitu, perubahan perilaku tersebut tak menyurutkan semangat anak-anak untuk mengikuti ujian.

 

“Karena pandemi, untuk mengurangi kerumunan, jadi ujian dilakukan di masing-masing dojo. Jadi kami, para penguji, yang datang ke dojo se- Bali,” ujar AA Nanik Suryani, Ketua Harian Pengprov Lemkari Bali, ditemui saat ujian. Dia menyebut ini dilakukan untuk menjaga semangat latihan para anggota Lemkari Bali.

Baca juga :  Patung di Pura Jagatnatha Dirusak Saat Nyepi

 

Tentang Ujian Penurunan Kyu, dia menjelaskan melalui tahapan ini para anggota diuji kemampuan dasarnya untuk memasuki jenjang berikutnya. Misalnya dari sabuk putih, ke sabuk kuning, dari kuning ke sabuk hijau. Untuk anggota pemula, tahapan ini digunakan pelatih sebagai motivasi agar mereka konsisten berlatih.

Kata dia, mereka yang memilih latihan karena umumnya dari dua tujuan. Pertama, untuk memenuhi kebutuhan administrasi di sekolah. Kedua memang untuk berprestasi. Bagi kalangan pertama, umumnya tidak latihan secara rutin. Sedangkan kalangan kedua, dia akan tekun berlatih, tak jarang meraih prestasi gemilang.

Baca juga :  779 OTG Potensi Tularkan Covid-19 di Denpasar

Nanik yang merupakan salan satu cucu dari Pahlawan I Gusti Ngurah Rai ini menyebutkan, pada saat pandemi, anak-anak yang umumnya lebih banyak bermain gawai harus diarahkan kepada kegiatan yang positif, salah satunya berolahraga. Selain baik bagi kesehatan, mereka punya pilihan untuk merajut prestasi.

“Saat ini anak-anak lebih banyak main HP, mereka memang harus dibuatkan momen, salah satunya olahraga. Kalau pun tidak di luar rumah, bisa di dalam rumah. Kami juga mengajak orangtua anak hadir agar mengajak anaknya berlatih di rumah,” paparnya.

Baca juga :  Diduga Memperkosa, Pria Asal Turki Dipolisikan

Hal itu juga dibenarkan Putu Dedi Suparna. Ketua Lemkari Pengkot Denpasar ini mengajak para anggota untuk rajin berlatih. Dalam berlatih, dia mengajak pengurus dojo untuk tetap menerapkan protokol kesehatan. “Di Denpasar ada sepuluh dojo, saya berharap semua dojo aktif dan saling komunikasi untuk menjaga semangat para kohai (anggota),” pungkasnya. (106)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini