Pengamanan Berlapis Kawal Aksi Damai Warga Nusa Penida

0
8
Warga Nusa Penida Gelar Aksi Damai, Polres Klungkung Lakukan Pengamanan Berlapis
PENGAMANAN - Ratusan personel Polres Klungkung sudah bersiaga di sekitar Monumen Puputan untuk mengamankan jalannya aksi damai sejumlah warga Nusa Penida, Selasa (3/11/2020).

Semarapura, DenPost

Jajaran Polres Klungkung sudah melakukan pengamanan berlapis untuk mengamankan jalannya aksi damai warga Nusa Penida, di Monumen Puputan, Selasa (3/11/2020). Dengan didukung Polres Gianyar dan Polres Karangasem, personel Polres Klungkung sudah mulai mensterilkan akses jalan menuju Monumen Puputan.

Dari pantauan di lapangan, sejumlah kendaraan besar seperti water cannon sudah siaga di depan Kantor Bupati Klungkung. Ratusan personel Polres Klungkung bersama Polres Gianyar dan Karangasem juga terlihat sudah bersiaga di sekitar Monumen Puputan. Tidak ketinggalan puluhan pecalang dari Desa Adat Semarapura ikut berjaga untuk mengamankan aksi damai warga Nusa Penida.

Baca juga :  Laksanakan Maklumat Kapolri, Polres Buleleng Semprot Singaraja

“Kami ikut berjaga karena aksi damai ini berlangsung di wewidangan (wilayah) Desa Adat Semarapura. Jadi kami dari desa adat punya kewajiban ikut menjaga ketertiban bersama aparat kepolisian,” ujar Bendesa Adat Semarapura, Wayan Budarsana bersama Ketua Pecalang Putu Pasek Yudi Kesuma.

Sementara itu, sejumlah warga Nusa Penida dengan berpakaian adat sudah mulai berdatangan. Mereka bereaksi setelah pidato anggota DPD RI Arya Weda Karna (AWK) yang diunggah di media sosial membuat tersinggung warga. Dalam pidato itu AWK mengatakan Bhatara di Pura Ped bukan dewa melainkan makhluk suci. Meskipun sudah diklarifikasi oleh AWK, warga Nusa Penida telanjur kecewa berat. Bahkan rencana AWK ke Nusa Penida ditolak warga. (119)

Baca juga :  Tunda Periksa Kesehatan, Bule Prancis Meninggal di Vila

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini