Bantau Warga, Pelaku Wisata di Amed Gelar ‘’Razia Perut Lapar’’

0
7
Konsep Otomatis
GELAR RAZIA - Pelaku wisata di objek wisata Amed, Desa Purwa Kerthi, Kecamatan Abang, Karangasem, I Wayan Surata (paling kanan), saat menggelar "Razia Perut Lapar" di ruas jalan utama Culik-Amed, tepatnya di Banjar Biaslantang Kaler, Desa Purwa Kerthi, Abang, Karangasem, Minggu (1/11/2020). (DenPost/ist)

Karangasem, DenPost

Seorang pelaku wisata di objek wisata Amed, Desa Purwa Kerthi, Kecamatan Abang, Karangasem, I Wayan Surata, menunjukkan kepedulian di tengah pandemi covid-19. Pegiat tato ini menggelar “Razia Perut Lapar” di ruas jalan utama Culik-Amed, tepatnya di Banjar Biaslantang Kaler, Desa Purwa Kerthi, Abang, Karangasem, Minggu (1/11/2020).

Informasi yang diperoleh DenPost.id, Selasa (3/11/2020), kegiatan ini melibatkan 10 pemuda Biaslantang. Surata yang akrab dipanggil Sableng ini membagikan 500 bungkus nasi dan air mineral yang berisi menu ikan laut goreng, sayur urab, sambal tomat, dan tempe goreng manis.

“Terutama masyarakat kecil yang sangat terdampak, tanpa adanya penghasilan, tentu sangat sulit untuk memenuhi kebutuhan di masa pademi ini. Pemenuhan gizi untuk meningkatkan imun tubuh sangat jauh dari harapan,” ujar  Sableng.

Dia mengaku sengaja menyisihkan sebagian penghasilan untuk membantu masyarakat. Razia ini menyasar siapa saja yang merasa perutnya lapar. Sableng mempersilakan siapa saja warga, tak pandang bulu yang merasa lapar, bisa mampir mengambil nasi bungkus yang disiapkan di depan warung.

Baca juga :  Kenestapaan Kadek Rio Pastika, Warga Cutcut yang Terpaksa Putus Sekolah Karena Lumpuh

“Saya hanya ingin berbagi ke masyarakat yang tidak mampu dan putus kerja atau pengangguran yang terdampak covid-19,” tegas Sableng.

Kegiatan sosial ini rutin dilakukannya bekerja sama dengan generasi muda Biaslantang dan pelaku UMKM Desa Purwa Kerthi. Menurut Sableng,  nasi bungkus yang dibagikan pada Minggu lalu dibeli dari beberapa dagang nasi di wilayah Desa Purwa Kerthi, yaitu Ni Wayan Murti, Ni Ketut Kamasan, dan Ni Wayan Sari Anyuk.  “Saya sengaja melibatkan pedagang nasi tradisional agar ekonomi pedesaan tetap menggeliat,” bebernya.

Jika pemerintah menegelar razia masker, maka Sableng memilih membuat “Razia Perut Lapar”. “Siapa saja yang merasa perutnya lapar, silakan merapat dan ambil nasi secukupnya secara gratis,” jelas pria, yang juga kerap melakukan bakti sosial dalam berbagai bentuk selain membagikan nasi bungkus ini.

Baca juga :  Urai Kerumunan di Pasar, Pemkab Karangasem Rancang Ini

Sambil membagikan nasi bungkus, Sableng dan tim tak lupa mengedukasi masyarakat agar menaati protokol kesehatan dengan cara rajin mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak.

Sebelum “Razia Perut Lapar” itu, Sableng melakukan aksi serupa  dengan membagikan 550 nasi bungkus yang berisi olahan ikan laut goreng, sayur urab, sambal tomat, dan tempe goreng manis. Rinciannya, pada minggu pertama Oktober membagikan 100 nasi bungkus di ruas jalan wisata Amed, menyusul 200 bungkus pada minggu ketiga Oktober di jalan utama Biaslantang, dan 250 bungkus saat kegiatan ngayah di Pura Puseh Tukad Besi.

Baca juga :  Ini Alasan Budiarta Tebas Lansia di Tianyar

Jika rezekinya cukup untuk berbagi lagi, Sableng akan melakukan kegiatan ini setiap Minggu selama pandemi. Dia juga berharap apa yang dilakukan ini setidaknya mampu mengurangi beban masyarakat yang terdampak pademi covid-19. Menurutnya, dengan perut kenyang, otomatis imun tubuh naik dan tubuh menjadi sehat. “Semoga covid-19 ini cepat berlalu, sehingga kita bisa kembali hidup normal seperti dulu,” tandas Sableng.

Tokoh masyarakat Desa Purwa Kerthi, I Ketut Martha, mengapresiasi aksi sosial yang dilakukan salah seorang pengusaha tato di kawasan wisata Amed ini. “Setidaknya aksi ini membantu masyarakat di tengah pandemi covid-19 sambil mensosialisasikan tatanan hidup baru dengan protokol kesehatan. Semoga niat mulia ini mendapat rezeki yang berlimpah,” harap Martha yang juga pemilik akomodasi wisata di kawasan Melasti Biaslantang ini. (yad)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini