Curi Ayam, Nyaris Diamuk Massa

0
9
Picsart 11 03 07.43.51
CURI AYAM - Tersangka pencuri ayam (baju lengan panjang) saat diinterogasi di Mapolsek Kintamani.

Bangli, DENPOST.id

Secara spontan, amarah warga Desa Dausa, Kintamani tersulut ketika memergoki seorang pria tengah menggondol dua ekor ayam jago, Selasa (3/11/2020) sekitar pukul 02.00 Wita. Warga seketika langsung memburu dan meringkus pelaku. Syukur salah seorang warga menghentikan amukan massa tersebut.

Sebagai gantinya sepeda motor milik pelaku yang diketahui bernama Made Swastama Yasa (27) asal Banjar Tegalinggah, Desa Les, Kecamatan Tejakula, Buleleng, dibakar warga. Sementara pelaku diamankan ke Polsek Kintamani guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Baca juga :  Survei Golkar Tuntas, Begini Perkiraan Rekomendasi di Bangli

Kasubag Humas Polres Bangli, AKP Sulhadi mengungkapkan telah terjadi peristiwa pencurian ayam jago di Desa Dausa dengan dua TKP yang berbeda.
Dua korban yang menjadi sasaran pencurian adalah ayam milik I Gede Wenten (40) tani, alamat Banjar/Desa Dausa, dan I Wayan Ada (60) beralamat di Banjar Cenigaan, Desa Dausa, Kintamani. Dari tangan tesangka, petugas mengamankan barang bukti berupa dua ekor ayam aduan warna merah dan warna hijau.

Baca juga :  Terlilit Utang, Pemuda Kuras Tabungan Teman

“Pelaku berhasil diamankan oleh warga karena tepergok melakukan pencurian ayam, pelaku dikejar oleh massa. Setelah pelaku berhasil diamankan, warga yang emosi membakar motor pelaku,” jelas Sulhadi.

Disebutkan, dari hasil interogasi polisi, tersangka mengaku baru pertama kali melakukan aksi pencurian ayam tersebut. Alasannya nekat mencuri, karena tidak punya uang untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. “Yang bersangkutan pekerjaannya serabutan. Kadang jual pisang yang dibeli dari desa,” sebutnya.

Baca juga :  Tembok Pengaman Rutan Bangli Ambruk

Rencananya, ayam hasil curianya tersebut akan dijual seharga Rp500 ribu. “Saat ini, tersangka dan barang bukti masih diamankan di Mapolsek Kintamani untuk penyelidikan lebih lanjut,” ujar
Sulhadi. (128)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini