Deflasi Bali Memasuki Bulan Keenam

0
24
Konsep Otomatis
Trisno Nugroho

Dangin Puri, DenPost

Kondisi rendahnya daya beli masyarakat membuat Bali kembali mengalami deflasi pada periode bulan Oktober. Kondisi tersebut terjadi berturut-turut selama empat bulan, sejak bulan Juli 2020 sampai dengan Oktober 2020. Demikian diutarakan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho, Selasa (3/11) melalui siaran pers.

Jika dihitung selama 10 bulan terakhir, Bali mengalami deflasi selama enam kali. Pada Oktober 2020 Provinsi Bali mengalami deflasi sebesar 0,24 persen month to month (mtm). Hal ini berdasarkan pencatatan BPS di mana terjadi penurunan harga di dua kota, yaitu Denpasar dan Singaraja.

“Secara tahunan, inflasi Bali tercatat sebesar 0,62 persen year on year (yoy), jauh lebih rendah dibandingkan dengan inflasi nasional sebesar 1,44 persen (yoy),” ujar Trisno. Pada periode ini, penurunan harga paling signifikan tercatat pada kelompok barang inflasi inti (core inflation) dan kelompok barang yang diatur pemerintah (administered prices).

Baca juga :  Sembuh dari Covid-19, Dua Pejabat Ini Akui Terinfeksi Karena Kelelahan

Sementara itu, kelompok barang bergejolak (volatile food) mengalami kenaikan harga. Kelompok barang core inflation pada bulan Oktober mencatat deflasi sebesar 0,31 persen (mtm), turun dibandingkan dengan bulan September yang tercatat inflasi sebesar 0,23 persen (mtm).

Penurunan tekanan inflasi ini terjadi terutama pada canang sari, emas perhiasan, dan sprey. Penurunan harga canang sari merupakan salah satu bentuk dari normalisasi harga pasca Hari Raya Galungan dan Kuningan pada September 2020. Penurunan harga emas disebabkan oleh turunnya harga emas dunia seiring dengan menguatnya mata uang safe haven.

Adapun penurunan harga sprey sejalan dengan menurunnya harga barang rumah tangga durasi jangka panjang yang disebabkan oleh penundaan pembelian oleh masyarakat. Kelompok barang administered price mencatat deflasi lebih lanjut sebesar 0,30 persen (mtm).

Baca juga :  Di Masa Pandemi, Kreativitas Seni Tak Pernah Mati

Kecuali di bulan Mei, sepanjang periode Januari 2020 hingga Oktober 2020, kelompok AP ini selalu mengalami deflasi. Penurunan harga di periode ini lebih disebabkan oleh turunnya tarif angkutan udara dan tarif listrik. Penurunan tarif angkutan udara dikarenakan adanya subsidi silang oleh pemerintah, sehingga menurunkan harga tiket pesawat.

Penurunan tarif listrik juga terjadi di periode ini yang merupakan salah satu bentuk bantuan pemerintah dalam rangka meringankan perekonomian yang terdampak COVID-19. Kelompok barang volatile food mengalami inflasi sebesar 0,14 persen (mtm), meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang mengalami deflasi sebesar 1,43 persen (mtm).

Peningkatan harga terlihat untuk komoditas cabai merah, daging ayam ras, minyak goreng, sawi putih, dan sawi hijau. Peningkatkan harga cabai merah disebabkan oleh tidak optimalnya panen di penghujung 2020, utamanya disebabkan oleh curah hujan yang tinggi. Selain itu, panen cabai merah di Provinsi Bali juga belum mencapai puncaknya, yang diprakirakan terjadi pada Desember 2020.

Baca juga :  Pekerja Pariwisata Beralih ke Sektor Pertanian, Rektor Dwijendra: Ini Gejala Sementara

Harga daging ayam ras naik sejalan dengan instruksi Kementerian Pertanian untuk mengurangi pasokan daging ayam ras sebagai upaya menstabilkan harga di tingkat peternak yang sudah sangat rendah. Adapun peningkatan harga minyak goreng disebabkan oleh naiknya harga CPO.

Trisno Nugroho menyebutkan pihaknya memperkirakan inflasi pada November dan Desember 2020 akan tetap rendah dan memperkirakan inflasi Bali 2020 akan berada di bawah target.

Dalam upaya membantu petani karena terjadi penurunan harga di tingkat produsen, Bank Indonesia Provinsi Bali mendukung program Pasar Gotong Royong yang diinisiasi Pemda Provinsi Bali.

Selain Pasar Gotong Royong, Bank Indonesia Provinsi Bali juga mendorong UMKM (petani) memanfaatkan digitalisasi pemasaran yang sudah tersedia di Bali. (106)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini