Disiplin Terapkan Prokes Tak Boleh Kendur

0
16
Disiplin Terapkan Prokes Tak Boleh Kendur
Fokus Group Discussion "Tanggap Covid-19" yang digelar DenPost di Warung 63, Jl. Veteran, Denpasar, Rabu (4/11).

Dangin Puri, DenPost

Sejalan dengan penanganan pandemi oleh fasilitas kesehatan, masyarakat juga diminta taat menerapkan protokol kesehatan. Belakangan ini, kedisplinan masyarakat mengenakan masker dan mencegah kerumunan juga nampak mengendur. Itu disampaikan Wakil Ketua IDI Denpasar, dr. I Ketut Widiyasa.

“Pandemi ini berakhir lama. Tapi yang kita lihat kesadaran masyarakat sudah mulai luntur. Karena pencegahan peningkatan kasus adalah prokes. Bukan hanya dokter, tapi masyarkat harus disiplin,” ujarnya dalam Fokus Group Discussion “Tanggap Covid-19” yang digelar DenPost di Warung 63, Jl. Veteran, Denpasar, Rabu (4/11).

Ketidakdisplinan masyarakat itu menjadi salah satu penyebab munculnya klaster tenaga medis. Sebagai kalangan yang rentan terpapar Covid-19, rumah sakit dan tenaga medis telah menerapkan protokol kesehatan sesuai dengan standar.

Baca juga :  Petugas KPU Enam Kabupaten/Kota Jalani Tes Cepat

Namun ketika pulang, bertemu dengan keluarga yang kerap beraktivitas di luar rumah, ini menjadi salah satu penularan melalui transmisi lokal yang menimpa para tenaga medis.

“Masyarakat harus jalankan 3M. Di rumah sakit, dokter sudah taat terapkan prokes. IDI berharap seluruh stakeholder dapat berupaya menanggulangi Covid-19. Kepada teman sejawat, saya ucapkan terimakasih atas kerja kerasnya selama ini dengan memberi pelayanan kepada masyarakat kita,” ungkapnya.

Ajakan menerapkan protokol kesehatan juga diutarakan Ketua Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Bali, drg. Dewa Made Wedagama. Dia mengingatkan, bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan gigi agar jujur dalam memberi keterangan sebelum diperiksa dokter gigi.

Baca juga :  Kadiskes Bali Bantah Ada Pekerja Migran Lolos Deteksi

Pihaknya telah mengintruksikan kepada seluruh anggota PDGI Bali agar melakukan pola penelusuran terhadap pasien, untuk mengetahui apakah pasien terpapar Covid-19. “Kalau terindikasi, agar melaporkan kepada gugus tugas setempat,” tuturnya.

Hal ini sangat mendasar sebab dokter merupakan pihak yang bersentuhan langsung dengan potensi penularan Covid-19, sehingga masyarakat beranggapan faskes merupakan klaster penularan Covid-19. Guna mencegah hal tersebut, ia mengajak masyarakat untuk ikut memastikan ketersediaan sarana prokes di faskes.

Baca juga :  Jemput PMI, Tim Siapkan Bus dan APD

“Kalau perlu pelayanan, lihat tempat praktik apakah sudah memenuhi standar. Supaya kita pulang tidak bawa “oleh-oleh”. Kami tidak akan membebani masyarakat. Karena kami tahu kebutuhan terhadap layanan kesehatan gigi, sedangkan kondisi ekonomi sedang turun. Semoga pemerintah menyadari, mari kita duduk bersama,” bebernya.

Sementara, dr. Putra Sutedja menyebutkan dokter dan masyarakat harus mematuhi prokes dan regulasi yang dikeluarkan pemerintah. Kata dia, masyarakat harus mampu menjadi PDP, yakni Penduduk Disiplin dan Patuh terhadap protokol kesehatan. “Jangan baru ada aparat, baru disiplin,” pungkasnya. (106)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini