Mahasiswa Berprestasi Diminta Ikut Sosialisasikan Prokes

0
6
Mahasiswa Berprestasi Diminta Ikut Sosialisasikan Prokes
BEASISWA - Penyerahan beasiswa bagi mahasiswa tidak mampu dan berprestasi oleh Bupati Jembrana, I Putu Artha.

Negara, DenPost

Bupati Jembrana, I Putu Artha, Rabu (4/11/2020) sore menyerahkan beasiswa kepada mahasiswa kurang mampu, di Ruang VIP Kantor Bupati. Pemberian beasiswa tersebut dilaksanakan dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan (prokes).

Beasiswa diberikan guna mendorong prestasi dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Jembrana. 8 orang mahasiswa asal Kabupaten Jembrana yang kurang mampu mendapatkan beasiswa sebesar Rp 3 juta per orang.

Artha menyebutkan, program beasiswa ini untuk mendorong para mahasiswa asal Jembrana yang kurang mampu semakin berprestasi.

Baca juga :  Jembrana Antisipasi Wabah Virus Corona Mulai dari Gilimanuk

“Kami harapkan, melalui beasiswa ini para penerima dapat memanfaatkan uang beasiswa dengan baik. Baik untuk meningkatkan prestasi atau membantu biaya pendidikan,” kata Artha.

Dia juga menyampaikan, para mahasiswa berprestasi di Jembrana dan semua pihak agar ikut dalam menysosialisasikan protokol kessehatan (prokes) Covid-19. “Ini perlu terus digencarkan agar mampu memutus rantai penyebaran virus yang melumpuhkan perekonomian ini. Mari kita sama-sama terus bergerak dan sosialisasi. Sadarkan masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan dan menjaga diri juga orang lain dengan 3 M baik memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak,” ajak Artha.

Baca juga :  Industri Pariwisata di Jembrana Siap Hadapi New Normal

Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Jembrana, Ni Nengah Wartini, mengatakan, beasiswa ini dibagikan kepada para mahasiswa asal Jembrana yang melaksanakan kuliah khususnya yang menempuh jenjang Diploma III.

Wartini menambahkan, program beasiswa mahasiswa kurang mampu ini akan tetap diberikan sampai penerima menyelesaikan kuliahnya.  Dijelaskannya, sejatinya anggaran yang disediakan untuk program beasiswa ini sebesar Rp 900.000.000. Akan tetapi yang memenuhi syarat hanya 8 orang, sehingga anggarannya baru terealisasi Rp 24 juta.

Baca juga :  Diduga Alami Gangguan Psikis, Seorang Wanita Ditemukan Mengambang

“Patokannya adalah mereka yang sudah terdaftar di daftar keluarga yang kurang mampu baik yang ditetapkan oleh Bupati maupun data yang ada di Dinas Sosial. Sepanjang mereka terdaftar di sana, sampai akhir mereka kuliah selama 3 tahun dan setiap 6 semester akan tetap dibiayai,” kata Wartini. (120)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini