Dua Bulan Razia Prokes, 338 Warga Tanpa Masker Didenda

0
7
Dua Bulan Razia Prokes, 338 Warga Tanpa Masker Didenda
DIHUKUM PUSH UP - Salah seorang pengendara motor yang tidak taat prokes diganjar hukuman push up saat terjaring operasi penerapan disiplin protokol kesehatan (prokes), di Jl. Wibisana Barat, Desa Pemecutan Kaja, Denpasar Barat Kamis (5/11/2020).

Pemecutan Kaja, DENPOST.id

Razia gabungan penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan (prokes) yang digelar dari tanggal 7 September hingga Kamis (5/11/2020) hari ini telah mendenda 338 warga yang tidak memakai masker. Sementara warga yang dibina selama operasi prokes karena salah memakai masker seperti di bawah dagu dan di bawah hidung sebanyak 119 orang.

”Pelanggaran selama razia prokes di Denpasar fluktuatif. Artinya, pelanggaran lagi naik dan turun. Bahkan, saat operasi gabungan di Jl. PB Sudirman sama sekali tidak dapat pelanggar. Mungkin masyarakat tahu ada razia masker sehingga mereka tidak lewat jalan ini,’’ kata Kepala Bidang Penegakan Peraturan Daerah (Perda) Satpol PP Kota Denpasar, I Made Poniman.

Baca juga :  Akhirnya, Omed-omedan Hanya Libatkan Tiga Pasang ST

Poniman menjelaskan, uang denda pelanggaran prokes sebesar Rp 33.800.000 langsung disetor ke kas Pemkot Denpasar. Ditegaskannya, tindakan yang diambil terhadap masyarakat yang tidak mematuhi prokes bukan mencari-cari kesalahan, melainkan memberikan efek jera. “Penularan virus corona ini belum reda perlu ditangkal dengan disiplin mematuhi prokes. Kita gencar menggelar razia prokes di jalan protockol maupun jalan desa karena wilayah tersebut masuk zona oranye,’’ terang Poniman.

Baca juga :  Desa Adat Imbau Warga Tak Ikut Demo

Poniman meminta masyarakat sellau disiplin menerapkan prokes. Jika masyarakat taat dan patuh terhadap prokes, lanjutnya, akan terhindar dari penularan covid-19. ”Kami bersama Dishub, TNI, Polri dan perangkat desa terus melaksanakan razia gabungan untuk dapat mencegah dan pengendalian penyebaran virus corona di Kota Denpasar,’’ tandasnya. (103)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini