Razia Prokes Hingga Mobil “Calling” Gencar Sambangi Wilayah Berkasus Tinggi

0
7
Razia Prokes Hingga Mobil “Calling” Gencar Sambangi Wilayah Berkasus Tinggi
SOSIALISASI - Sosialisasi dan edukasi penerapan protokol kesehatan dengan menggunakan mobil calling, di Wilayah Desa Padangsambian Kelod, Selasa (3/11/2020).

SEBAGAI ibukota provinsi, Kota Denpasar memang tidak bisa lepas dari keramaian dan padatnya mobilitas penduduk. Kondisi ini memicu cepatnya penyebaran virus corona. Apalagi warga yang beraktivitas di wilayah Denpasar tidak semua menetap di Denpasar, melainkan banyak pula warga yang kesehariannya datang dan pergi dari luar Denpasar.  Untuk menekan terjadinya penularan kasus yang tidak terkendali, berbagai upaya telah dilakukan instansi terkait. Mulai dari razia protokol kesehatan (prokes) di titik-titik keramaian hingga sosialisasi disiplin prokes lewat mobil calling yang menyasar wilayah-wilayah dengan kasus tinggi.

Untuk razia gabungan penerapan disiplin dan penegakan prokes yang digelar sejak tanggal 7 September hingga Kamis (5/11/2020), tim yustisi telah mendenda 338 warga yang ditemukan tanpa memakai masker. Sementara warga yang dibina selama operasi prokes karena salah memakai masker sebanyak 119 orang.

”Pelanggaran selama razia prokes di Denpasar fluktuatif. Artinya, jumlah pelanggar naik dan turun. Bahkan, saat operasi gabungan di Jl. PB Sudirman sama sekali tidak dapat pelanggar. Mungkin masyarakat tahu ada razia masker sehingga mereka tidak lewat jalan ini,’’ kata Kepala Bidang Penegakan Peraturan Daerah (Perda) Satpol PP Kota Denpasar, I Made Poniman, ditemui beberapa waktu lalu.

Baca juga :  Dewan Denpasar Ajak Warga Swadaya Perangi Covid-19

Selain gencar menggelar Razia prokes, Pemkot Denpasar melalui tim gabungan yang terdiri atas Dinas Kominfo, DP2AP3KB, Dishub dan instansi lainya turut menggelar sosialisasi dan edukasi menggunakan mobil calling. Sosialisasi ini menyasar wilayah-wilayah yang dinilai memiliki angka kasus terkonfirmasi positif covid-19 tinggi. Salah satunya wilayah Desa Padangsambian Kelod, yang disambangi mobil calling  pada Selasa (3/11/2020).

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai, mengharapkan, dengan menggunakan mobil calling masyarakat dapat lebih disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.

Baca juga :  Polda Bali Amankan Pistol Revolver

“Memang sudah banyak masyarakat yang sadar, namun melonjaknya kasus positif covid-19 di beberapa wilayah desa/kelurahan harus disikapi dengan serius,” kata Dewa Rai.

Lebih lanjut dia mengatakan, dengan seringnya masyarakat mendengarkan imbauan baik itu berupa sosialisasi dan edukasi diharapkan mampu menekan dan mengendalikan kasus covid-19 di Denpasar. “Kami minta masyarakat tidak lengah. Hal ini mengingat covid-19 masih berada di sekitar kita, dan klaster keluarga menjadi pusat penyebaran baru saat ini,” katanya.

Baca juga :  Kembali, 1 Pasien Covid-19 di Denpasar Dinyatakan Meninggal

Kendati banyak pasien yang sudah sembuh, Dewa Rai tetap meminta masyarakat waspada kapan pun dan di manapun. “Jadi jangan lengah dan jangan abai, tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan,” sarannya.

Terkait sosialisasi dan edukasi menggunakan mobil calling, lanjut Dewa Rai, akan digelar secara rutin dengan berkeliling di wilayah desa/kelurahan yang kasusnya tinggi. “Mudah-mudahan masyarakat tergugah untuk menerapkan disiplin protokol kesehatan dan penularan covid-19 dapat ditekan,” harapnya. (sur)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini