2021, UMK Badung Tak Naik

0
23
2021, UMK Badung Tak Naik
Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Badung, Ida Bagus Oka Dirga

Mangupura, DENPOST.id

Selain berdampak pada pariwisata , pandemi covid-19 juga berdampak pada upah bagi tenaga kerja di Badung. Dewan Pengupahan Kabupaten Badung sepakat Upah Minimum Kabupaten (UMK) Kabupaten Badung pada tahun 2021 mendatang tidak naik. Keputusan Dewan Pengupahan tersebut sepenuhnya mengacu pada Surat Edaran dari Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, Nomor M/11/HK.04/X/2020 tentang Penetapan Upah Minimum Tahun 2021 pada Masa Pandemi Covid-19.

“Dengan tidak naiknya UMK tahun 2021, artinya UMK di Badung tetap sesuai UMK tahun 2020 yakni sebesar Rp 2.930.092,64,” ungkap Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Badung, Ida Bagus Oka Dirga, Kamis (5/11/2020).

Baca juga :  Sekda Adi Arnawa Apresiasi Penerapan Budaya Pola Hidup Baru di Pasar Blahkiuh

Menurut Oka Dirga, Dewan Pengupahan Badung yang melaksanakan rapat, Rabu (4/11/2020) di Puspem Badung tidak keberatan dengan tidak naiknya UMK tahun 2021. “Semua menyadari kondisi pandemi covid-19 seperti sekarang,” terang mantan Kepala Bagian (Kabag) Umum Setda Badung itu.

Dengan hasil yang diputuskan oleh Dewan Pengupahan Badung, Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja selaku perpanjangan tangan pemerintah daerah dalam waktu dekat akan mengirimkan keputusan Dewan Pengupahan Badung ke Gubernur Bali. Selanjutnya Gubernur Bali yang akan menetapkan.

Baca juga :  Pendingin Ruangan Meledak, Restoran dan Bar Terbakar

“Selaku pemerintah, kami juga akan menyosialisasikan besaran UMK tahun 2021 ini kepada perusahaan di Badung,” imbuh Oka Dirga.

Sementara itu, anggota Dewan Pengupahan Badung dari unsur Serikat Pekerja, Wayan Suyasa mengaku bisa menerima kebijakan pemerintah yang tidak menaikkan UMK tahun 2021. “Ya bagaimana lagi, situasinya seperti ini dan dunia usaha tengah dalam kondisi sangat sulit,” katanya.

Menurut Suyasa yang juga Wakil Ketua DPRD Badung tersebut, pekerja saat ini banyak yang dirumahkan, bahkan ada yang di-PHK. “Karena itu, UMK tetap, sudah patut disyukuri,” ujarnya.

Baca juga :  Efek Virus Corona, Kunjungan Turis ke Nusa Penida Anjlok

Jika nanti kondisi ekonomi sudah pulih, lanjut Suyasa, pihaknya akan memperjuangkan kenaikan UMK. (115)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini