Potong dan Sebarkan Videonya, AWK Laporkan Sejumlah Akun Medsos

Potong dan Sebarkan Videonya,  AWK Laporkan Sejumlah Akun Medsos
Potong dan Sebarkan Videonya---AWK Laporkan Sejumlah Akun Medsos

Kereneng, DenPost

Usai melaporkan kasus dugaan penganiayaan, I Gusti Ngurah Arya Wedakarna atau AWK kembali mendatangi Polda Bali pada Kamis (5/11/2020). Kedatangan anggota DPD RI Dapil Bali itu untuk melaporkan sejumlah akun media sosial (medsos) yang sengaja memotong (mengedit) video dan menyebarkan, sehingga dinilai mencemarkan nama baiknya.

Ditemui usai melapor, AWK mengatakan laporan tersebut dilakukan untuk menjawab permintaan masyarakat dan menindaklanjuti pemotongan dua videonya hingga menimbulkan kegaduhan di masyarakat. “Atas petunjuk  teman-teman dan lembaga, saya melaporkan pemotongan dua video resmi dalam bentuk pengaduan masyarakat (dumas),” ujar AWK, didampingi kuasa hukumnya.

Baca juga :  Begini Cara Seniman Dukung Gerakan Lawan Covid-19

Tak hanya melaporakan dua akun yang memotong videonya, dia juga melaporkan sejumlah akun Facebook (FB) dan Instagram (IG)1 yang menyebar video editan tersebut sehingga mencemarkan nama baiknya. “Salah satu akun yang saya laporkan adalah akun Nanang Kelor atau Jro Kelor. Akun itu sangat provokatif. Saya harap masyarakat menghormati proses hukum, san saya harap kasus ini terjadi lagi. Potongan video seperti ini sangat berbahaya. Saya sangat mendukung kambtibmas, pendukung Presiden Jokowi, dan bertanggung jawab atas keamanan Bali,” beber AWK.

Seperti apa provokatuf akun yang dilaporkan? Menurut dia, akun yang provokatif sangat nyata dan beredar di masyarakat serta mengarah ke pencemaran nama baik. Hal itu mengganggu kinerjanya sebagai anggota DPD. “Terutama akun Nanang Kelor. Saya tahu orangnya, nama aslinya, dan alamatnya. Akunnya legal, namun ada operator pendukung di belakangnya. Orang itu ada hubungannya dengan kasus pemukulan yang saya alami beberapa waktu lalu,” imbuh AWK.

Baca juga :  PPKM di Denpasar, Tak Perlu Bawa Surat Hasil Swab dan Rapid Antigen

Dia berharap, dengan dilaporkannya pemilik akun provokatif tersebut, agar ke depan tidak ada lagi wakil masyarakat atau anggota dewan yang videonya dipotong. “Mudah-mudahan masyarakat mengetahui jika potongan (video) ini menyebabkan kegaduhan dan menyebabkan demo saat pandemi,” bebernya.

Menurut AWK, ada dua video yang dipotong yakni saat dia memberikan dharma wacana di salah satu pura di Tabanan dan di SMA II Tabanan. “Ingat video itu sudah lama. Saya tidak tahu apa maksud dan tujuannya mengedit video itu,” tandasnya. (yan)

Baca juga :  Diresmikan, Gedung Mapolda Bali Senilai Rp 41 M "Dihujani" Ribuan Kembang Api

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini