Tekan Penyebaran Covid-19, Tim Yustisi Gencar Lakukan Razia Prokes

0
5
Tekan Penyebaran Covid-19, Tim Yustis Gencar Lakukan Razia Prokes
Tim Yustisi mendenda pemotor Slamet Andik Swanto yang terjaring razia penerapan disiplin dan penegakan hukum prokes di Jl. Teuku Umar Barat, Jumat (6/11) ini.

Pemecutan Kelod, DenPost

Tim Yustisi Kota Denpasar gencar melakukan razia penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan (prokes) terhadap masyarakat yang tidak disiplin memakai masker.

Kasatpol PP Kota Denpasar I Dewa Gede Anom Sayoga didampingi Kabid Penegak Perda I Made Poniman, di sela-sela razia gabungan di Jl. Teuku Umar Barat, Jumat (6/11/2020), mengatakan, masyarakat yang terjaring dalam razia ini sebanyak 17 orang yakni 12 orang pemotor yang tidak memakai masker didenda, dan lima orang diberi peringatan karena  memakai masker di bawah dagu dan hidung.

”Kita bukan mencari kesalahan dan menghukum masyarakat saat pandemi Covid-19 ini. Namun mengajak masyarakat selalu disiplin dan tertib mematuhi prokes demi kesehatan diri sendiri maupun orang lain,’’ kata Anom Sayoga.

Baca juga :  Tuntaskan Karantina, Tiga Warga Pemogan Dipulangkan

Anom Sayoga menjelaskan, razia gabungan penerapan disiplin dan penegakan hukum sebagai upaya pencegahan dan pengendalian penyebaran virus corona dari tanggal 7 September hingga 6 November 2020 ini sebanyak 350 orang didenda sehingga meraup uang denda sebesar Rp 35 juta. Sedangkan masyarakat yang dibina 124. Uang hasil denda terhadap masyarakat yang tidak mematuhi prokes disetor langsung ke kas daerah sebagai kas pemasukan daerah. ”Kami mengambil tindakan tegas terhadap masyarakat yang membandel tidak mau mematuhi prokes. Hasil pluktuatif walaupun pelanggaran tetap ada namun cendrung menurun,’’ ujar Anom Sayoga.

Baca juga :  Target Menang, PDIP Siap Lakukan Ini di Pilkada Denpasar

Dia mengaimbau masyarakat taat dan mematuhi protokol kesehatan dan ini merupakan kunci utama pencegan penularan virus corona. Karena menyangkut kesehatan dan ekonomi. Kalau masyarakat produktif maka perekonomian pulih dan bangkit kembali seperi sebelum wabah virus corona melanda Kota Denpasar khususnya dan Bali umumnya sejak Maret 2020. ”Kita mengajak masyarakat tetap disiplin mematuhi prokes. Tanpa kesadaran diri sendiri dan siplin mengikuti aturan, maka masyarakat mudah tertular maupun menularkan virus corona ini,’’ jelasnya.

Baca juga :  Durasi Pengarakan Ogoh-ogoh Bakal Dibatasi

Penegakan hukum terhadap pelanggar prokes di Denpasar gencar dilakukan, kata Anom Sayoga, mencegah klaster baru penyebaran virus corona di Kota Denpasar. Pasalnya, wilayah Denpasar masuk wilayah oranye karena warga yang positif Covid-19 bertambah, namun jumlah warga yang tertular virus corona juga banyak yang sembuh. ”Kami mengajak seluruh elemen masyarakat ikut bersama-sama mencegah penyebaran virus corona. Tanpa partisipasi dan dukungan aktif masyarakat, pemerintah tidak bisa berbuat banyak karena kemampuan yang dimiliki sangat terbatas,’’ ucap Anom Sayoga. (103)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini