Terapkan Prokes Saat Pencoblosan, Ini Langkah KPU Jembrana

0
5
Terapkan Prokes Saat Pencoblosan, Ini Langkah KPU Jembrana
Ketua KPU Jembrana I Ketut Gede Tangkas Sudiantara

Negara, DenPost

Guna menghindari klaster baru penyebaran Covid-19 dalam pilkada 2020, KPU Jembrana melakukan berbagai langkah antisipasi. KPU Jembrana belum lama ini telah melaksanakan uji usap (swab test) kepada komisioner dan sekretariat KPU. Demikian juga setiap kegiatan yang diselenggaran juga menerapkan protokol kesehatan.

Ketua KPU Jembrana I Ketut Gede Tangkas Sudiantara di sela-sela persiapan debat cabup dan cawabup, Jumat (6/11/2020) siang mengatakan pihaknya akan melakukan 12 hal baru dalam pelaksanaan pilkada terkait prokes Covid-19.

Setiap penyelenggara pilkada diwajibkan menggunakan APD. Demikian juga dalam pencoblosan nanti jumlah pemilih dikurangi dimana biasanya 800 orang pemilih tiap TPS, namun saat pandemi dikurangi maksimal 500 orang per TPS. Dengan adanya pengurangan jumlah pemilih secara otomatis jumlah TPS yang awalnya 520 TPS bertambah menjadi 640 TPS dengan jumlah pemilih 236.746 orang. Ini dilakukan dengan mengatur jumlah kedatangan pemilih lewat C6. Misalnya no 1 sampai 50 bisa menggunakan hak pilihnya pukul 07.00-08.00 atau bisa diatur kembali di TPS dengan tetap mengutamakan prokes.

Baca juga :  Ribuan Pekerja Dinonaktifkan Jadi Peserta BPJS Kesehatan

Di depan TPS nanti disiapkan sarana cuci tangan dan sabun. Sebelum masuk TPS dicek suhu tubuhnya dengan termo gun. “Jika suhu tubuhnya 37,3 diminta istirahat dulu 5 menit. Jika sudah normal bisa langsung masuk TPS. Jika tidak diarahkan ke bilik khusus di luar TPS. Tiap pemilih diberikan sarung tangan. Jadi mengurangi kontak dengan alat-alat di TPS,” jelasnya.
Juga dilakukan penyemprotan disinfektan berkala oleh PPS.

Baca juga :  Kuasai SS, Tiga Pria Asal Jembrana Ditahan Polisi

Di TPS juga disiapkan beberapa masker untuk mengantisipasi ada pemilih tidak menggunakan masker. “Namun dalam C6 kami juga menulis mewajibkan pemilih untuk menggunakan masker,” katanya.

Jika pemilih sudah memberikan hak suaranya sarung tangan dibuang dan dilakukan penintaan. “Untuk penintaan tidak lagi di celup. Namun ditetes,” jelasnya.

Guna memastikan petugas PPS sehat dan bebas dari covid-19, pada tanggal 8 sampai 21 November mereka harus menjalani rapid test di puskesmas wilayah masing-masing. “Jadi jika diketahui mereka ada yang reaktif bisa segera kami ganti. Petugas KPPS juga harus menggunakan APD,” tandasnya.

Baca juga :  Pria Bertato Itu Ternyata ‘’Krama’’ Yangbatu, Denpasar

Tangkas mengharapkan dengan penerapan prokes/3 M baik memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak klaster baru dalam pilkada tidak terjadi. (120)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini