Patuhi Prokes, KPU Bangli Anggarkan Rp 6 M untuk APD

0
10
Patuhi Prokes, KPU Anggaran Rp 6 M untuk APD
Petugas GTPP Bangli yang menggunakan APD saat menangani jenazah pasien covid, yang nantinya juga akan dikenakan APD serupa bagi petugas KPU, PPS dan panitia pilkada lainnya. ist

Bangli, DenPost

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bangli mulai mempersiapkan segala logistik menjelang pelaksanaan pencoblosan Pilkada Bangli yakni 9 Desember nanti. Salah satunya adalah memenuhi aturan protokol kesehatan di setiap tahapan terutama saat pemilihan nanti. Tak tanggung-tanggung KPU Bangli mengajukan anggaran ke Pemkab Banglu melalui APBD sebanyak Rp 6 miliar. Anggaran itu rencananya digunakan khusus untuk pembiayaan Alat Pelindung Diri (APD).

“Kami mulai menyiapkan logistik seperti kotak suara, surat suara dan APD.
Untuk pengadaan APD ini diperkirakan menyedot anggaran Rp 6 miliar,”kata
Ketua KPU Bangli I Putu Gede Pertama Pujawan dikonfimasi, Jumat (6/11/2020).

Baca juga :  Lagi, 16 Pelanggar Prokes di Penelokan Ditindak

Makin dekatnya pelaksanaan pikada membuat pihaknya mulai mempersiapakan logistik yang dibutuhkan. Tahap awal logistik yang telah dituntaskan pencetakannya, yakni kotak suara.
Untuk kotak suara, jumlahnya mencapai 566 buah disesuaikan dengan jumlah TPS. Bila mana nanti ditemukan ada kerusakan kotak suara, sesuai perjanjian dengan pihak rekanan telah disiapkan penggantinya. “Berapa jumlah TPS, sejumlah itu kita buat kotak suara. Jadi kalau ada yang rusak, langsung diganti. Kotak suara telah tiba di Kantor KPU Bangli,”jelasnya.

Sementara untuk APD, menurut Pujawan pengadaannya membutuhkan anggaran Rp 6 miliar. Dimana APD meliputi sarung tangan plastik untuk pemilih dan sarung tangan untuk penyelenggara seperti KPPS dan Linmas, alat pengukur tubuh serta baju hazmat di masing-masing TPS disediakan 1 buah. Untuk sarung plastik jumlahnya disesuaikan dengan pemilih tetap di TPS. Misalkan, di TPS A ada seratus pemilih, maka disiapkan 100 pasang sarung tangan plastik. Sementara untuk baju hazmat, dipersiapkan bagi pemilih yang memiliki suhu tubuh diatas 37,3 derajat celcius. Biliknya, pun nanti dipisahkan yakni berada di luar TPS. Total bilik yang disiapkan 4 bilik per TPS, 3 di dalam dan satu di luar.

Baca juga :  Pengantar Pendaftaran Paslon ke Kantor KPU Dibatasi

“Penambahan jumlah bilik ini kami lakukan untuk mengurangi kerumunan yang biasanya terjadi di setiap TPS. Pada surat panggilan pemilih nanti akan diberikan jam yang berbeda masing-masing, guna mengurangi kerumunan dan antrean, hal ini kami atur dalam regulasi kehadiran,”jelasnya.

Pihaknya mencontohkan di SDN 1 Bebalang, awalnya ada 1 bilik dengan menaungi 4 TPS. Karena adanya regulasi kehadiran pemilih ke TPS, maka biliknya dipecah jadi dua. “Masing-masing PPS sudah melakukan pengaturan ini untuk diterapkan nanti saat pemilihan,”pungkas mantan jurnalis ini. (128)

Baca juga :  Kunjungi Pasar Kidul, Wakapolres Bangli Bagikan 100 Masker

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini