Badung Siapkan Alat PCR di Puskesmas Abiansemal I

0
8
Picsart 11 06 06.59.35
ALAT PCR - Puskesmas Abiansemal I akan dilengkapi alat Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk melayani swab test (uji usap) masyarakat Badung utara.

Mangupura, DENPOST.id

Untuk memaksimalkan pelayaan kesehatan saat pandemi Covid-19, Pemerintah Kabupaten Badung akan melengkapi Puskesmas Abiansemal I dengan alat Polymerase Chain Reaction (PCR). Hal itu diungkapkan Pjs. Bupati Badung, Ketut Lihadnyana, saat ditemui belum lama ini.

Kepala BKD Provinsi Bali ini, mengatakan penempatan PCR di Puskesmas Abiansemal akan dilakukan dalam waktu dekat. Selama ini, alat untuk memeriksa sampel swab hanya ditempatkan di Rumah Sakit Daerah (RSD) Mangusada.
“Selama ini kan RSD Mangusada, nanti kita tempatkan di Puskesmas Abiansemal I, jadi yang di RS untuk melayani masyarakat selatan dan di Puskesmas Abiansemal I untuk melayani masyarakat Badung itara,” kata Lihadnyana.

Baca juga :  Bupati Eka Bantu Masyarakat Terdampak Covid-19 di Madrash Ibtidaiyah (MI) Ma’arif Sangulan

Sementara Kadiskes Kabupaten Badung, dr. Nyoman Gunarta saat dikonfirmasi Jumat (6/11/2020) tak menampik rencana tersebut. Bahkan, mantan Dirut RSD Mangusada ini tengah menyiapkan ruangan khusus untuk penempatan alat tersebut. “Betul akan ditempatkan di sana (Puskesmas Abiansemal I -red), namun akan dilakukan setelah ruangan siap,” katanya.

Menurutnya, alat PCR yang akan ditempatkan di Puskesmas Abiansemal I merupakan salah satu dari bantuan Provinsi Bali atau Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang kini dioperasikan di RSD Mangusada. Hanya saja penempatan PCR perlu ruangan khusus, sehingga memerlukan persiapan matang.

Baca juga :  Pantai Pandawa Dibuka Dengan Tatanan Baru, Gubernur Bali Harapkan Ini

Dikatakan, tenaga medis di Rumah Sakit Daerah Mangusada saat ini mulai dimaksimalkan untuk layanan tes swab (uji usap) dengan memanfaatkan dua alat PCR untuk memeriksa sampel swab.

Sebelumnya, Dirut RSD Mangusada, dr. Ketut Japa mengatakan dengan adanya dua alat PCR di RSD Mangusada, pihaknya ingin mempercepat proses swab dari pengambilan sampel sampai proses hasil yang didapat. Dari pengambilan sampel, pemeriksaan dan uji lab, dirinya menargetkan satu hari sudah selesai.
“Jadi, kami inginkan hasil swab keluar maksimal 8 jam lamanya, sehingga kita mulai memaksimalkan tenaga medis untuk melakukan penanganan Covid-19, khususnya saat pengambilan sampel swab. Misalnya, pagi kita swab dan sore sudah keluar hasilnya,” jelasnya.

Baca juga :  PK Golkar Abiansemal Dinakhodai Jelantik Trinaya

Disebutkan, alat PCR yang diberikan Provinsi Bali bisa menerima 180 sampel setiap harinya. Bahkan dengan adanya penambahan alat dari PNBP, pihaknya menargetkan bisa menerima 280 sampel perhari. (a/115)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini