Gubernur Bali Perkenalkan Layanan Bus Listrik

0
5
LUNCURKAN BUS LISTRIK - Gubernur Bali Wayan Koster meluncurkan uji coba bus listrik padea Jumat (6/11) kemarin, di Jaya Sabha, Denpasar. (DenPost/ist)

Dauh Puri, DenPost
Dua unit bus listrik dilepas untuk dikenalkan ke masyarakat oleh Gubernur Bali Wayan Koster, pada Jumat (6/11/2020), di Jaya Sabha, Denpasar. Hal ini menandai peluncuran program uji coba layanan angkutan pada Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) dan uji coba angkutan shuttle bus listrik di Kota Denpasar.

Dalam sambutannya, Gubernur Koster menyebut program ini merupakan implementasi langsung dari visi ‘’Nangun Sat Kerti Loka Bali’’. Visi tersebut, salah satu terjemahannya yakni pembangunan insfrastruktur darat, laut, dan udara, yang terintegrasi. Program ini juga dilandasi Peraturan Gubernur Nomor 45 Tahun 2019. “Transportasi juga harus menggunakan energi yang bersih, supaya alam Bali ini bersih. Kalau sepeda motor, mobil, dan semua, nanti dengan sistem zonasi dan terarah, mulai tahun 2021 rencananya. Saya kira, dengan bus listrik ini maka tidak akan ada keluar asap yang nyembur mengotori udara,” tegasnya.

Menggambarkan situasi saat ini, Gubernur Koster menyontohkan aktivitas kendaraan dari Gilimanuk menuju Denpasar yang menyumbang polusi udara. Dia menganalogikan jika udara kotor, maka kondisi masyarakat tentu tidak sehat. “Kalau sudah udara tidak sehat, sudah pasti menimbulkan permasalahan kesehatan,” sambungnya.

Baca juga :  Meski Sempat Ditolak, Siswa Bisa Daftar PPDB Kembali

Menurut Gubernur, salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kualitas udara yakni mengendalikan transportasi. “Bus listrik ini bagus banget. Sepeda motor (listrik) juga akan kita dorong. Sekarang sejumlah showroom menjual sepeda motor listrik,” tegasnya.
Lebih detail, Koster mengajak pemerintah kabupaten/kota untuk menerapkan pola transportasi yang ramah lingkungan seperti di kawasan Kuta, Sanur dan Ubud. Selain elemen transporasi, kebutuhan listrik rumah tangga juga akan diarahkan menggunakan energi bersih melalui panel surya.

Baca juga :  Ruang Isolasi RSUD Klungkung Nyaris "Overload"

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Provinsi Bali I Gede Wayan Samsi Gunarta menjelaskan pengenalan bus listrik ini akan dievaluasi hingga akhir 2020. Selama beroperasi, penumpang belum dikenai tarif alias gratis. Dia menjelaskan bus KSPN akan melayani lintasan pariwisata dari bandara menuju objek wisata. Setiba di objek wisata, maka perjalanan dilakukan oleh transportasi pangkalan di setiap daerah. Sedangkan bus Trans Metro melayani lintasan metropolitan seperti kawasan Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan. Tentang bus listrik, Samsi Gunarta mengatakan bahwa kapasitas duduk mencapai 16 penumpang. Selama masa uji coba, bus KSPN akan melayani lima titik objek wisata.

Baca juga :  Pemilik SS Cair Asal Chili Disidang, Sodorkan Bukti Surat Keterangan Gangguan Jiwa

Pertama: Bandara I Gusti Ngurah Rai-Central Park Kuta-Ubung-Menguwi-Bedugul-Singaraja. Kedua: Bandara I Gusti Ngurah Rai-Sanur-Ubud-Kintamani-Singaraja. Ketiga: Singaraja-Menjangan-Taman Nasional Bali Barat. Empat: Bandara I Gusti Ngurah Rai-Goa Lawah-Padangbai-Manggis-Amuk-Amed. Terakhir, Bandara I Gusti Ngurah Rai-Sanur-Klungkung-Besakih. Tidak seperti bus atau angkutan umum lainnya, bus ini hanya berhenti pada titik-titik tertentu dan tidak menaik-turunkan penumpang, selain di tempat yang telah disediakan. (wir)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini