Belum Dapat Bedah Rumah, Pasutri di Nusa Penida Ini Bertahan di Gubuk Reot

0
6
Picsart 11 07 08.50.37
REOT - Pasutri Made Kama dan Ni Wayan Cablik yang tinggal di gubuk reot di Dusun Sompang, Desa Bunga Mekar, Nusa Penida, Klungkung.

Semarapura, DENPOST.id

Hati siapa yang tidak pilu melihat kondisi pasutri Made Kama dan Ni Wayan Cablik di Dusun Sompang, Desa Bunga Mekar, Nusa Penida, Klungkung. Mereka bersama anaknya, I Made Putra (29) tinggal di sebuah gubuk reot. Apalagi gubuknya tidak hanya dipakai tempat tidur, namun juga aktivitas memasak.

Mirisnya lagi, gubuk mereka tidak memiliki istrik dan air bersih. Untuk sambungan listrik, keluarga Kama meminta sama keluarganya yang tinggal dalam satu pekarangan. Sedangkan untuk air minum dan masak, mereka menggunakan air tadah hujan.

“Kalau sumur tidak isi air, maka saya gunakan air tadah hujan ini untuk minum dan memasak,” ujar Ni Wayan Cablik, Jumat (6/11/2020).

Baca juga :  Toko Bangunan di Koripan Terbakar, Pemilik Syok

Kondisi Ni Wayan Cablek bersama kelurganya membuat prihatin Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, dan langsung turun mengecek ke lokasi. Apalagi tempat tinggalnya sama sekali tidak layak. Rumahnya hanya berdinding rangkaian gedeg yang sudah usang, atapnya pun cuma asbes yang sudah pecah di mana-mana, dan lantainya masih tanah.

“Kalau disini (gubuk), saya tinggal sama suami saja. Anak saya numpang tidur di rumah pamannya,” ungkap Cablik.

Made Putra yang selama ini membantu perekonomian keluarga juga tidak bisa lagi mengais rezeki. Sebelumnya ia kerap menjual kelapa muda ke beberapa akomodasi wisata di Desa Bunga Mekar. Namun, semenjak pandemi tidak ada lagi wisatawan. Pria yang hanya tamatan sekolah dasar itu, tidak lagi mendapatkan penghasilan.

Baca juga :  Pemohon SIM di Denpasar Tembus 500 Orang Per Hari

Sementara sang ayah selama ini hanya bekerja sebagai petani penggarap, dan ibunya memelihara beberapa ekor babi. Penghasilan keluarga itu tidak menentu, dan bahkan belum cukup untuk makan sehari-hari.

“Sekarang saya sudah tidak bisa kerja lagi, karena wisatawan sepi,” ungkap Made Putra.

Kepala Dusun Sompang, I Ketut Merta menjelaskan, keluarga tersebut selama ini sudah tercatat rumah tangga miskin. Hanya saja belum mendapatkan bantuan bedah rumah.

“Kami sudah usulkan, tapi belum mendapatkan kuota untuk bedah rumah,” ungkap Ketut Merta.

Baca juga :  Melasti di Klungkung Dilarang Keluar Desa Adat

Melihat fakta tersebut, bupati Suwirta meminta agar keluarga Made Kama mendapat bantuan bedah rumah. Bila perlu menggunakan dana alokasi desa untuk bedah rumah.

” Kalau menunggu APBD membutuhkan waktu yang cukup lama. Sementara prioritaskan bedah rumah menggunakan dana alokasi desa,” ungkap Suwirta.

Ia menegaskan, tahun 2021 dana alokasi desa diprioritaskan untuk penanganan sampah dan kemiskinan, termasuk di dalamnya bedah rumah kepada warga kurang mampu.

“Jangan anggarkan gang atau jalan, biarkan itu urusan pemerintah kabupaten. Nanti dari dana alokasi desa itu bisa dianggarkan untuk bedah rumah agar semua tuntas,” jelas Suwirta. (119)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini