Beroperasi Saat New Normal, Hiburan Malam di Seminyak Harus Buat ini

0
5
Beroperasi Saat New Normal, Hiburan Malam di Seminyak Harus Buat ini
PROKES - Penerapan prokes secara ketat terus diupayakan di Kelurahan Seminyak guna mencegah penyebaran covid-19.

Seminyak, DENPOST.id

Upaya untuk menekan penyebaran covid-19 terus diupayakan Kelurahan Seminyak. Salah satunya dengan melakukan pemantauan penerapan prokes secara ketat. Termasuk di usaha hiburan malam yang banyak bertebaran di wilayah ini.

Jika ada usaha hiburan malam yang hendak kembali buka saat new normal atau tatanan kehidupan baru harus melapor ke kelurahan dan membuat pernyataan. Di mana salah satu isinya yakni siap menutup kembali usahanya jika dalam pengawasan ditemukan melanggar penerapan prokes yang harus dipenuhi.

Hal itu diungkapkan Lurah Seminyak, Kadek Oka Parmadi, Sabtu (7/11/2020). Parmadi memaparkan, upaya pencegahan covid-19 sejak masa pandemi sudah digencarkan. Dicontohkannya, setiap warga yang menggelar upacara dibantu oleh banjar untuk pengadaan alat protokol kesehatan. Seperti pengadaan tempat cuci tangan yang bisa dipindah-pindahkan.

Baca juga :  Pertahankan Tradisi, Krama Munggu Gelar Ini

Khusus untuk hiburan malam, lanjutnya, setiap yang mau membuka kembali usahanya harus melapor ke kelurahan dan kepala lingkungan. Selain itu, usaha yang bersangkutan juga harus membuat surat pernyataan, yang intinya siap membuka usahanya dengan mengikuti prokes secara benar.

“Setelah mereka membuat surat pernyataan kami cek dulu ke sana. Apa betul dia sudah melakukan apa yang dibuat seperti di surat pernyataan,” katanya. Pihaknya sangat paham kalau ekonomi harus bergerak, tapi aturan prokes mesti tetap dilaksanakan.

Baca juga :  Kuta-Kutsel Kembali Sepi, Ini Penyebabnya

“Pengawasan terus kami lakukan dan sekali-sekali dicek dengan pemantauan terhadap surat pernyataan yang dibuat. Surat pernyataan kan dibuat sendiri, jadi kalau melanggar ya harus tutup sendiri,” tegasnya.

Kalau ada yang nekat membuka usaha tanpa melapor, maka akan direkomendasikan ke Sapol PP mengecek ke lapangan. “Tetapi untuk di Seminyak tetap kami sarankan seperti itu. Seperti ada salah satu yang buka hari Sabtu dan Minggu tetap harus membuat surat pernyatan,” imbuhnya.

Baca juga :  Desa Adat Cek Kesiapan Prokes Kafe Ikan Bakar di Jimbaran

Selain terkait prokes, kata Parmadi, yang juga menjadi kekhawatirannya adalah dampak ekonomi dari pandemi ini. Karenanya dia berupaya untuk memotivasi masyarakat yang bergerak di UMKM atau warung kecil agar dibantu. Caranya dengan memaksinalkan untuk berbelanja di warung warung milik warga setempat.

“Kami senantiasa mengimbau agar belanja di warga sekitar sehingga ekonomi warga bisa kembali bangkit. Kalau ada yang dekat-dekat milik krama kenapa harus jauh-jauh ke swalayan,” pungkasnya.  (113)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini