Tangkal Covid-19, PKK Provinsi Bali Gencarkan #ingatpesanibu

0
10
Tangkal Covid-19, PKK Provinsi Bali Gencarkan #ingatpesanibu
SOSIALISASI – TP PKK Provinsi Bali saat dialog “Tanggap Covid-19, Ingat Pesan Ibu” di RRI Denpasar, Jumat (6/11/2020).

Renon, DENPOST.id

Sebagai ujung tombak perlindungan keluarga, peran seorang ibu sangat besar dalam memenuhi segala kebutuhan anggota keluarganya. Termasuk memastikan keluarga dalam kondisi sehat, baik saat ada di dalam rumah maupun di luar rumah. Terlebih di masa pandemi covid-19 saat ini. Sikap teladan seorang ibu ini kemudian diadopsi pemerintah untuk menghadapi bahaya covid-19 dengan tagar Ingat Pesan Ibu (#ingatpesanibu). Dengan #ingatpesanibu, masyarakat diharapkan mematuhi protokol kesehatan (prokes) layaknya seorang anak yang mematuhi pesan ibunya.

Agar #ingatpesanibu kian memasyarakat dan menyeluruh, sosialisasi pun gencar dilaksanakan. Seperti yang dilakukan TP PKK Provinsi Bali. Di masa pandemi covid-19, PKK Provinsi Bali tetap beraktivitas melaksanakan program-program melalui media cetak dan televisi dan juga secara virtual. Salah satunya pada Jumat (6 /11/2020) di mana PKK Provinsi lewat RRI Denpasar melakukan dialog dengan tema “Tanggap Covid-19, Ingat Pesan Ibu”. Tampil sebagai narasumber mewakili PKK yakni Sri Satria Naradha (Wakil Ketua IV PKK Provinsi Bali) dan Ni Made Suwastini (Sekretaris PKK Provinsi Bali).

Baca juga :  Denpasar Kembali Tak Ada Penambahan Kasus Positif Baru

Dalam dialog tersebut ditekankan, bagaimana peran PKK dalam mencegah terjadinya klaster keluarga dan klaster saat melaksanakan upacara agama pada pandemi covid-19. Upaya menangkal covid-19 dilakukan dengan melakukan tiga hal utama yakni Iman, Aman dan Imun. “Iman, wajib menjalankan ibadah sesuai keyakinan masing-masing. Aman, memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dan hindari kerumunan. Imun, berolahraga teratur, istirahat yang cukup, makan makanan bergizi dan tidak panik,” papar Sri Satria Naradha dan Made Suwastini.

Baca juga :  Gubernur Bali: Perketat Pengawasan PMI/ABK yang Dikarantina

Lebih lanjut dikatakan, gerakan disiplin prokes bisa dimulai dari lingkungan keluarga. Di sini peran para ibu untuk senantiasa mengingatkan anggota keluarganya agar selalu taat prokes dan memperhatikan protokol VDJ (Ventilasi, Durasi, Jarak). “Ventilasi yakni membuka jendela dan pintu agar udara segar mengalir. Durasi, sediakan kamar terpisah jika ada anggota keluarga yang harus bekerja di luar rumah dan kurangi interaksi dengan anggota yang rentan tertular. Jarak, anggota keluarga yang bekerja di luar agar tetap menggunakan masker dan menjaga jarak dengan anggota keluarga lainnya, terutama lansia dan balita,” jelasnya.

Baca juga :  Bahas Ranperda Lansia, DPRD Denpasar Segera Bentuk Ini

Masyarakat juga diminta segera ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala klinis seperti demam, batuk, pilek dan radang tenggorokan. Dengan meluasnya informasi mengenai disiplin prokes, diharapkan kesadaran masyarakat terus meningkat sehingga pandemi covid-19 cepat berlalu. “Semakin sadar masyarakat untuk disiplin dan taat prokes, semakin cepat covid-19 bisa ditekan. Dengan begitu kehidupan masyarakat cepat pulih, roda perekonomian juga kembali berputar. Mari selalu disiplin prokes demi kebaikan dan kesehatan Bersama,” pungkasnya. (111)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini