Terkait Dugaan Korupsi Miliaran Rupiah, Polisi Bidik Salah Satu LPD di Abiansemal

0
9

Mengwi, DenPost

Aparat Tipikor Satuan Reskrim Polres Badung tengah membidik kasus dugaan korupsi di salah satu Lembaga Perkreditan Desa (LPD) di Kecamatan, Abiansemal, Badung. Tak tanggung-tanggung, kerugian yang diderita para nasabah akibat ulah oknum itu mencapai sekitar Rp9 miliar.

Kabar mengenai kasus dugaan korupsi di LPD tersebut dibenarkan Kasat Reskrim Polres Badung AKP Laorens Rajamangapul Hasello.

Menurutnya, kerugian akibat kasus itu masih diaudit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). “Ya masih dilakukan audit. Kerugiannya lumayan besar. Kami masih menyelidikinya. Mudah-mudahan bisa secepatnya kami tuntaskan,” tegasnya, beberapa waktu lalu.

Baca juga :  Pol.PP Sambangi Sejumlah Warung Pertamini

Laorens belum bisa mengungkapkan orang yang bertanggung jawab dalam kasus dugaan korupsi tersebut. “Ya pasti penanggung jawabnya ada, tapi kami masih melakukan penyilidikan siapa yang bertanggung jawab dan yang terlibat,” bebernya.

Menurut Laorens, dari tiga kasus dugaan korupsi yang ditangani sepanjang tahun 2020, baru satu kasus yang rampung yakni kasus dugaan penyelewangan dana BKK Subak Karang Dalem, Badung. Sedangkan dua kasus lagi masih dalam proses penyelidikan yaitu kasus dugaan korupsi di salah satu LPD di Abiabsemal dan salah satu Bumdes di Kecamatan Petang. “Dua kasus ini masih dalam tahap audit perhitungan kerugian negara. Diperkirakan sampai akhir tahun, satu kasus lagi bisa selesai,” tandasnya.

Baca juga :  Ciptakan Pilkada Sehat, Bawaslu Badung Lakukan Ini

Sebelumnya Polres Badung menangani kasus mantan Kelian Subak, I Made Subarman (47), warga Banjar Jempeng, Desa Taman, Abiansemal, Badung. Dia terancam hukuman 20 tahun penjara setelah penyidik Tipikor Satuan Reskrim Polres Badung merampungkan berkas perkara kasus dugaan penyelewangan (korupsi) dana BKK Provinsi Bali dan Pemkab Badung.

Tersangka Subarman diduga mengkorupsi dana saat dia menjabat Kelian Subak Karang Dalem, Bongkasa Pertiwi, Badung, periode 2015-2020. Setiap tahun, mulai 2015 sampai 2018, Subak Karang Dalem mendapat dana BKK dari Pemrov Bali senilai Rp50 juta. Sedangkan dari Pemkab Badung Rp100 juta (2015-2016). Jadi, total dana yang dikelola tersangka sebesar Rp300 juta. Dana Rp300 juta yang dikelola tersangka Subarman itu semestinya untuk biaya operasional subak, pengadaan bibit, serta biaya upacara piodalan (aci). Nyatanya, seiring berjalannya waktu, dana yang digunakan tersangka hanya Rp116.836.000 dan Rp183.164.000 untuk kepentingan pribadi. (yan)

Baca juga :  Di Legian, WNA Pun Tunggu Razia Perut Lapar

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini