Modal Bukan Utama, Ini Tips Berwirausaha Saat Pandemi

0
5
Picsart 11 09 05.29.47
PAPARKAN MATERI - Sayu Ketut Sutrisna Dewi, saat memaparkan materi tentang entrepreneur dalam kegiatan Bali Entrepreneur Academy.

Dangin Puri, DENPOST.id

Berwirausaha menjadi pilihan alternatif bagi sebagian orang untuk menyikapi maraknya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akibat dampak pandemi Covid-19. Ini dibuktikan maraknya kemunculan usaha dadakan di pinggir jalan di Denpasar. Meski peluang berwirausaha tetap ada saat pandemi, tak sedikit orang takut mencoba.

Tak memiliki modal, itu menjadi alasannya. Hal itu turut diakui Pendiri Indonesia Young Entrepreneur School (YES), Sayu Ketut Sutrisna Dewi. Diwawancarai seusai tampil dalam Bali Entrepreneur Academy yang digelar DPD Partai Golkar Provinsi Bali, Senin (9/11/2020), ia menyebut itu diakibatkan mindset (pola pikir) yang keliru. Maka tips yang benar untuk berwirausaha adalah membenahi pola pikir.

Baca juga :  Diduga Palsukan Kuitansi, Diadukan ke Polda Bali

“Biasanya modal dianggap hal utama untuk berwirausaha. Oke, ketika dikasi modal mereka kebingungan mengelola. Maka, pola pikir dan orientasi yang harus dibenahi. Dengan begitu, wirausaha akan menemukan jalan mendapat modal usaha,” ujarnya.

“Sepengalaman saya, modal belum tentu jadi penentu usaha jalan, tapi perubahan pola pikit. Kalau resiko, dalam bisnis akan selalu ada. Namun bagaiamana cara kita meminimalisasir resiko itu. Seperti menentukan target market yang benar. Kalau misalnya coba bisnis pulsa bangkit, besok coba yang lain,” imbuhnya.

Baca juga :  Produksi Melimpah, Permintaan Lele Turun

Menurutnya, saat pandemi ini para pengusaha maupun calon pengusaha harus lihai menemukan peluang bisnis. Dia mengakui saat ini daya beli masyarakat memang turun akibat pendapatan yang menurun pula. Maka perlu dilakukan penyesuaian produk dengan kebutuhan masyarakat.

“Orang-orang akan tetap makan, akan tetap mandi. Biasanya makan di restoran, sekarang diganti dengan yang lebih murah. Begitu juga kebutuhan untuk mandi, biasanya harus merk tertentu, sekarang pilih yang biasa,” ungkapnya.

Baca juga :  Anggota Dewan Apresiasi Warga yang Berdonasi

Bagi dia, pengusaha yang adaptif akan menyesuaikan diri dengan kebutuhan tersebut. Peluang bisnis saat pandemi dipandangnya sangat terbuka. Kini, bergantung siapa yang melihat peluang tersebut. Dia menyebut, saat ini jumlah penduduk Indonesia yang berwirausaha sejatinya belum ideal. Maka dia mengajak masyarakat untuk tidak takut mencoba berwirausaha karena alasan banyak persaingan. (106)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini