Ratusan WBP Narkoba Jalani Rehabilitasi di Lapastik

0
5
Ratusan WBP Narkoba Jalani Rehabilitasi di Lapastik
REHABILITASI - Kakanwil Kemenkumham Bali, Jamaruli Manihuruk saat meninjau pelaksanaan rehabilitasi medik kepada WBP di Lapas Narkotika Bangli.

Bangli, DenPost

Berdasarkan Keputusan dari Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Lapas Narkotika (Lapastik) Kelas IIA Bangli ditunjuk sebagai salah satu Lapas yang melaksanakan program rehabilitasi. Program ini telah dimulai Januari tahun 2020. Hingga sekarang, ratusan warga binaan pemasyarakatan (WBP) kasus narkoba telah menjalani rehabilitasi, baik rehab medis/medik maupun sosial. Hal ini juga menjadi perhatian Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Bali yang melakukan peninjauan dan pemantauan terkait pelaksanaan rehabilitasi tersebut di Lapastik Bangli, Selasa (10/11/2020).

Dari kunjungan tersebut terungkap, tahun 2020 ini, Lapastik Bangli menargetkan 400 resident (WBP atau calon yang akan direhab). Dengan rincian target, 300 orang untuk rehabilitasi sosial dan 100 orang rehabilitasi medis. Kegiatan rehabilitasi ini dibagi menjadi dua tahap, yaitu : Tahap I (13 Januari – 13 Juli 2020) dengan 200 resident untuk rehabilitasi sosial, dan 60 resident untuk rehabilitasi medis. Tahap II (13 Juli 2020 – 08 Januari 2021) dengan 200 resident untuk rehabilitasi sosial, dan 40 resident untuk rehabilitasi medis. “Rehabilitasi medis merupakan pengobatan secara terpadu untuk membebaskan pecandu dari ketergantungan narkotika. Kalau rehabilitasi sosial bagi korban penyalahgunaan Napza (Narkotika, psikotropika, dan zat-zat adiktif lainnya-red) itu lebih ke refungsionalisasi dan pengembangan untuk memungkinkan seseorang mampu memelihara pemulihannya serta melaksanakan fungsi sosialnya secara wajar dalam kehidupan masyarakat,” kata Kakanwil Kemenkumham Bali, Jamaruli Manihuruk, didampingi Humas Kemenkumham Bali, Putu Surya Dharma.

Baca juga :  Calon Taruna Akpol dan Tamtama Jalani Tes Cepat

Dijelaskannya, tujuan dari program rehabilitasi ini adalah bagian dari memenuhi Hak Asasi Manusia. Lapastik Bangli melaksanakan program rehabilitasi untuk mempersiapkan mental WBP dan perubahan perilaku, sehingga WBP dapat berfungsi secara sosial dan produktif saat kembali pada keluarga dan masyarakat. “Intinya mempersiapkan WBP agar tidak kembali menggunakan narkotika, kondisi WBP sehat fisik dan mental dan menjadi produktif setelah bebas nanti. Tentu siapa pun tak menginginkan menjadi tahanan atau pencandu kembali. Karenanya pemerintah mengupayakan sebelum bebas, WBP sudah terbebas dari narkoba, sehinga nanti setelah di luar tak kumat lagi, tak masuk (menjadi tahanan-red) lagi,” tandasnya. (128)

Baca juga :  Jam Operasional Pasar Kidul Kembali Subuh

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini