Belajar Praktik Jadi Momentum SMK Biasakan Penerapan Prokes

0
5
Belajar Praktik Jadi Momentum SMK Biasakan Penerapan Prokes
PTM - Persiapan siswa sebelum mengikuti PTM di SMK Dwijendra Denpasar.

Peguyangan, DENPOST.id

Protokol kesehatan dalam rangka mencegah penularan covid-19 di Kota Denpasar berangsur menjadi kebiasaan. Perubahan perilaku itu semakin masif diterapkan, salah satunya oleh pengelola Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Ini mengingat kegiatan belajar praktik di SMK tetap berlangsung saat pandemi covid-19.

“Kalau di kami, untuk kegiatan praktik tetap berjalan, tapi dengan prokes dan pengaturan jadwal,” ujar Ida Bagus Dwi Oka Putra, Kepala SMK Dwijendra Denpasar, saat dihubungi Rabu (11/11/2020). Ada enam skema yang ditetapkan sekolah kepada siswa agar kegiatan dapat berlangsung. Wajib mengenakan masker. Mengenakan pelindung wajah yang diberikan sekolah. Para siswa wajib cuci tangan dan pemeriksaan temperatur tubuh di posko Satgas Covid-19 milik sekolah. Mengatur jadwal, yakni satu kelas dengan dua kali pergantian rombongan belajar. Mengatur penjarakan fisik siswa di dalam kelas. Serta siswa wajib melengkapi diri dengan izin orangtua untuk ikut belajar.

Baca juga :  KPU Denpasar Kemungkinan Kembali Pilih "I Caka"

“Skema ini berlangsung sejak dua minggu lalu. Durasi maksimal anak di sekolah hingga 1,5 jam. Kami tidak menyediakan kantin, sehingga mereka harus makan di rumah. Bagi siswa sakit dilarang ke sekolah, setelah membaik dapat kembali bergabung. Ini salah satu jalan keluar kami karena SMK harus praktik,” paparnya.

IB. Oka mengatakan, pada awal penerapan skema ini para orangtua sempat ragu mengizinkan anaknya bersekolah. Namun seiring dengan penjelasan, penerapan prokes yang bersinergi bersama Satgas Gotong Ng Royong Desa Peguyangan Kaja, para orangtua mulai menerima dan mengizinkan anaknya bersekolah.

Baca juga :  Koperasi Hadapi Masalah Berat, Pemerintah Luncurkan Program Restrukturisasi

“Sebelum Pembelajaran Tatap Muka (PTM) diputuskan, kami  telah berkoordinasi dengan Satgas Gotong Royong, termasuk yayasan yang menaungi sekolah, untuk memeriksa kesiapan kami melaksanakan PTM,” urainya.

Skema serupa juga dilakukan di SMK TI Global Denpasar. Sekolah yang berlokasi di kawasan Desa Adat Panjer, Denpasar Selatan ini sudah terbiasa melakukan pembelajaran jarak jauh berbasis digital, atau e-learning. Kepala SMK TI Global Denpasar, I Gusti Made Murjana, mengatakan, dalam melaksanakan PTM pihaknya sangat berhati-hati.

Baca juga :  Pengunjung Sepi, Omzet Perumda Pasar Sewaka Dharma Turun

Salah satunya memastikan bahwa siswa disiplin mengenakan masker dan pelindung wajah yang disediakan sekolah. Mengenai pembelajaran jarak jauh, pihaknya secara konsisten melakukan pengawasan untuk memastikan siswa mampu mengikuti pembelajaran daring tersebut.

Dia menyebutkan, secara umum para siswa mampu mengikuti pembelajaran daring. Hanya saja, kendala teknis terjadi lantaran keterbatasan sinyal dan kapasitas ponsel pintar. “Kami sangat mengapresiasi orangtua siswa yang mengizinkan anak sekolah tatap muka. Ini kami lakukan, juga agar muncul kesadaran bayar SPP,” pungkasnya. (106)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini