Diterjang Pandemi, Warga Tambahan Kelod Budidayakan Lele

0
3
Diterjang Pandemi, Warga Tambahan Kelod Budidayakan Lele
BENIH LELE - Bupati Bangli, I Made Gianyar, menebar benih lele bersama kelompok pembudidaya di Tambahan Kelod, Jehem, Tembuku. DENPOST.id/ist

Bangli, DENPOST.id

Hampir di seluruh dunia, perekonomian menjadi terpuruk akibat serangan covid-19 (virus corona), tak terkecuali di Kabupaten Bangli. Selain kena PHK, sebagian besar usaha warga gulung tikar, terutama mereka yang bergerak di sektor pariwisata. Namun tak sedikit dari warga juga mulai memutar otak guna menciptakan usaha yang kira-kira bisa mendatangkan rupiah di tengah kondisi pandemi seperti sekarang ini.

Seperti yang dilakoni sebagian warga Banjar Dinas Tambahan Kelod, Desa Jehem Kecamatan Tembuku, Bangli. Sejumlah warga memilih membudidayakan ikan lele, dengan membentuk satu kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) Lusuh Sejahtera.

Baca juga :  Tergerus Air, Ruas Jalan di Culali Jebol

Menurut Ketua Pokdakan Lusuh Sejahtera, I Wayan Tagel, kelompoknya baru berdiri di bulan November 2020 ini dengan jumlah anggota 20 orang. Langkah mereka ini pun terendus pemerintah pusat hingga berhasil mendapat kucuran bantuan dana dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.

“Kelompok kami ini awalnya membudidayakan ikan nila. Dengan diberikannya bantuan kepada kelompok kami, sekarang kami membuat tempat pembibitan ikan lele dengan mengunakan sitem bioflok,”jelasnya, di sela penebaran benih ikan lele di Tambahan Kelod, Rabu (11/11/2020). Disebutkan, saat ini pihaknya baru  mempunyai 8 tempat pembibitan ikan lele atau 8 bioflok.

Baca juga :  Sebelum Ditemukan Tewas, Ketut Silib Tulis 6 Lembar Pesan

Kepala Dinas PKP Kabupaten Bangli, I Wayan Sarma, menyampaikan bahwa di Kabupaten Bangli ini telah ada tiga pembibitan ikan. Yakni pembibitan ikan nila di Desa Songan Kintamani, dan pembibitan ikan dengan menggunakan sistem bioflok di dua lokasi yakni di Desa Abuan dan di Desa Jehem. “Bantuan yang diberikan agar dikelola dengan sebaik-baiknya,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Tim Teknis Balai Besar Budidaya Air Tawar Mandiangin, Kalimantan Selatan, Khairul Anwar mengaku telah melakukan pemeriksaan dan peninjauan lokasi, sebelum memberikan bantuan. Diungkapkannya, Balai Besar Budidaya Air Tawar Mandiangin Kalimantan Selatan ini merupakan salah satu unit pelaksana teknis di Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya di Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan mewilayahi 8 Provinsi termasuk Provinsi Bali. “Kami berharap kepada Kelompok Lusuh Sejahtera agar merawat, menjaga dan bisa mengembangkan budidaya dengan menggunakan sistem bioflok ini,” pungkasnya. (128)

Baca juga :  Puluhan Petani di Yangapi, Bangli Budidayakan Porang

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini