Mangupura, DenPost
Upacara ngaben tikus di Kabupaten Badung tahun ini digelar tidak seperti biasanya. Peserta tradisi yang sudah turun-temurun tersebut dilakukan kini dibatasi hanya 75 orang. Padahal jika situasi normal, pesertanya bisa mencapai ratusan.
Meski pesertanya dibatasi, namun prosesi dan sarana upacaranya masih tetap sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Pembatasan peserta ini untuk menaati imbauan Satgas Covid-19, di mana setiap kegiatan yang melibatkan banyak orang harus menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat.
Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, I Gde Eka Sudarwitha, Kamis (12/11/2020) mengatakan, Pemkab Badung akan melaksanakan ngaben bikul atau tikus pada tanggal 19 November 2020 mendatang. Ngaben bikul dilaksanakan sebagai upaya mengusir hama yang ada di sawah, sehingga petani di Badung bisa bercocok tanam dengan baik dan memperoleh hasil pertanian yang maksimal. “Bisanya 200 lebih kelian subak se-Badung yang menghadiri tradisi ini, tapi dengan kondisi saat ini kita batasi pesertanya hanya 75 orang,” paparnya.
Lebih lanjut Sudarwitha menjelaskan, hari itu dipilih lantaran dipandang hari baik untuk mengusir semua jenis hama. “Jadi ngaben bikul akan kita laksanakan di Pantai Seseh, Desa Cemagi, Kecamatan Mengwi. Prosesi itu nantinya akan diikuti OPD terkait dan pihak subak yang ada di Badung,” pungkasnya. (115)