GTPP Denpasar Tekankan Kesadaran Bersama Cegah Penularan dan Penegakan Prokes

0
6
Picsart 11 12 06.06.20
TANGANI COVID - Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Denpasar, yang juga Pj. Sekda Kota Denpasar, I Made Toya, saat memimpin rapat evaluasi penanganan Covid-19 Kota Denpasar secara virtual di Graha Sewaka Dharma Kota Denpasar, Rabu (12/11/2020).

Dauh Puri Kaja, DENPOST.id

Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Denpasar kembali menggelar rapat evaluasi di Graha Sewaka Dharma Lumintang, Kamis (12/11/2020). Rapat yang dilaksanakan secara virtual ini, dipimpin Pj. Sekda Kota Denpasar, I Made Toya yang juga Ketua Harian GTPP Covid-19 Kota Denpasar.

Pelaksanaan rapat evaluasi diawali dengan pemaparan kondisi terkini penanganan Covid-19 di Kota Denpasar oleh Badan Litbang Kota Denpasar. Dilanjutkan dengan arahan Ketua Harian GTPP Covid-19 Kota Denpasar sebagai upaya mendukung pencegahan penularan, menekan angka kematian, serta meningkatkan kesembuhan pasien Covid-19. “Memang saat ini perkembangan Covid-19 di Kota Denpasar cenderung bergerak fluktuatif, sehingga kita tidak boleh lengah. Saat ini GTPP bersama seluruh jajaran hingga lapisan terbawah fokus menekan angka penularan, menekan angka kematian dan meningkatkan angka kesembuhan pasien,” kata Made Toya.

Baca juga :  Distan Cek Daging Babi di Seluruh Pasar di Denpasar

Lebih lanjut dijelaskan Made Toya, menyikapi kondisi ini ada beberapa langkah yang sudah dan akan ditempuh, yakni menggencarkan dan memaksimalkan penerapan 3 T (Test, Tracing dan Treatment). Penerapan ini juga sejalan dengan arahan Satgas Covid-19 Nasional, sebagai upaya percepatan penanganan dan pencegahan penularan Covid-19. Selain itu, penegakan dengan menggelar Operasi Yustisi Protokol Kesehatan (Prokes) akan semakin digencarkan di daerah dengan tingkat penyebaran kasus yang tidak terkendali. Sosialisasi dan edukasi berkelanjutan secara rutin dengan menggunakan mobil callling atau dor to dor, serta melaksanakan penyemprotan disinfektan wilayah secara terpadu.

Baca juga :  Sidak UMKM, Puluhan Pedagang Berjualan Tak Pakai Masker

Selain itu, GTPP juga mewanti-wanti masyarakat yang hendak melaksanakan upacara adat dan keagamaan. Di mana, GTPP pada prinsipnya tidak melarang pelaksanaan upacara adat dan keagamaan, namun demikian pelaksanaan wajib menerapkan disiplin prokes, sehingga pelaksanaan upacara adat dan keagamaan tidak menjadi klaster baru penyebaran. “Lakukan 3 M (mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak), serta hindari 3 R (ramai-ramai, rumpi-rumpi dan ruang sempit). Jadi ini merupakan upaya untuk menekan penularan yang bermuara pada menurunya kasus secara komulatif,” ujarnya.

Selanjutnya untuk upaya menekan angka kematian, GTPP Covid-19 Kota Denpasar juga turut memberikan perhatian serius Klaster rumah tangga. Hal ini lantaran dengan adanya pola penyebaran yang tidak terkendali di dalam keluarga dapat memberikan dampak serius bagi usia rentan. Karenanya, GTPP memutuskan untuk memberikan ruang karantina di rumah singgah bagi pasien positif Covid-19 yang tanpa gejala.

Baca juga :  Di Denpasar, 82 Calon PPK Siap Ikuti Seleksi Administrasi

Sedangkan untuk mendukung meningkatnya angka kesembuhan pasien Covid-19, GTPP Covid-19 Kota Denpasar turut memaksimalkan peran serta rumah sakit rujukan, serta memastikan ketersediaan ruang isolasi. Selain itu, penanganan dengan melaksanakan program kerja juga difokuskan bagi daerah yang penyebarannya beresiko tinggi. “Kami akan terus berupaya semaksimal mungkin untuk menekan kasus dan penularan, menekan angka kematian dan meningkatkan kesembuhan pasien. Kami juga berharap partisipasi dan kesadaran masyarakat untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan berkelanjutan,” ucapnya. (112)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini