APBD Jembrana Tahun 2021 Dirancang Segini

0
4
Picsart 11 12 06.08.32
RAPAT PARIPURNA - DPRD Kabupaten Jembrana, kembali menggelar rapat paripurna bersama Eksekutif, Kamis (12/11/2020).

Negara, DENPOST.id

DPRD Kabupaten Jembrana kembali menggelar rapat paripurna bersama Eksekutif, Kamis (12/11). Rapat paripurna masa persidangan I tahun sidang 2020-2021 yang dilakukan secara virtual di ruang Executiv Room itu, dengan agenda penjelasan Bupati Jembrana terhadap tiga Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Kabupaten Jembrana.

Salah satu yang dibahas rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2021. Pada rancangan pendapatan daerah dirancang sebesar Rp1.076.513.029.414,62. Rinciannya mencakup Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp145 miliar lebih, Pendapatan Transfer sebesar Rp900 miliat lebih dan lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp30 miliar lebih.

Baca juga :  Buka RKDK, Paket Bangsa Nabung Rp 500 Ribu, Tepat Buat Giro Rp 50 Juta

Sedangkan pada komponen belanja tahun 2021 untuk belanja daerah dirancang sebesar Rp1.103.622.322.785,33, terdiri dari belanja operasi sebesar Rp854 miliar lebih, belanja modal sebesar Rp105 miliar lebih, belanja tak terduga Rp6 miliar lebih dan belanja transfer Rp137 miliar lebih.
Sementara pada sisi pembiayaan, penerimaan pembiayaan berasal dari penggunaan sisa lebih perhitungan anggaran (Silpa) sebesar Rp27.109.293.370,71 dan penerimaan kembali investasi non permanen lainnya Rp5 miliatlebih, sedangkan pengeluaran pada tahun anggaran 2021 dirancang untuk pemberian pinjaman daerah sebesar Rp5 miliar lebih.

Baca juga :  Menjelang New Normal, Tim Gugus Tugas Gerebek Pasar

Selain Ranperda tahun anggaran 2021, dalam rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Jembrana, Ni Made Sri Sutharmi, dan Bupati I Putu Artha juga menyampaikan dua ranperda lainnya, yakni Ranperda tentang Pengarusutamaan Gender dan Ranperda Perlindungan dan Pengembangan komunitas Kakao.

Dalam Penyampaiannya, Bupati I Putu Artha mengatakan Ranperda Pengarusutamaan Gender dilakukan sebagai upaya untuk menyelaraskan kebijakan pemerintah dalam meningkatkan pemberdayaan dan perlindungan perempuan, meningkatkan kualitas keluarga, serta menciptakan kesetaraan antara laki-laki dan perempuan dalam memperoleh kesempatan dan peluang. ”Ini sangat diperlukan agar setiap lapisan masyarakat, baik laki-laki atau perempuan dapat memperoleh kesempatan atau peluang yang sama untuk berpartisipasi, mengontrol dan menerima manfaat pembangunan di Kabupaten Jembrana,” ujarnya.

Baca juga :  Pelaku Illegal Logging Diamankan Polisi

Sementara terkait dengan ranperda tentang Perlindungan dan Pengembangan Komunitas Kakao, Bupati Artha juga menegaskan saat ini kakao menjadi komoditi unggulan di Kabupaten Jembrana yang bersifat strategis. Hal ini disebabkan kakao mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam menciptakan lapangan kerja, serta membantu pelestarian lingkungan hidup. (120)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini