Putri Koster Minta RS Pajang Lukisan di Setiap Lorong

0
4
Konsep Otomatis
BUKA PAMERAN - Putri Koster saat membuka pameran lukisan di RSJP di Bangli.

Bangli, DenPost
Semua rumah sakit (RS) di Bali bisa memanfaatkan setiap lorong untuk memajang lukisan hasil karya pelukis Bali yang adiluhung. Selain untuk ajang pelestarian seni dan budaya, memajang lukisan di RS nanti bisa menjadi terapi bagi para pasien. Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Putri Suastini Koster mengatakan itu saat membuka pameran lukisan di RRJ Pusat Provinsi Bali di Bangli, Kamis (12/11/2020).

Dia menambahkan pasien maupun pengantarnya akan langsung mengubah imajinasinya begitu melihat lukisan di RS. “Bayangkan, pasien yang sudah jenuh melihat aneka corak lukisan di dinding RS, maka pikirannya bisa lebih segar. Bila pikiran sudah tenang dan adem, maka akan bisa membangkitkan imun tubuh. Makanya kami mendorong agar semua RS di Bali memajang lukisan hasil karya pelukis Bali. Entah pelukisnya mau jual, itu bisa saja dan kami juga bisa membelinya,”tegas Bunda Putri, sapaan akbrak Putri Koster.

Dia mencontohkan di RS Bali Mandara yang Dirutnya dokter sekaligus pelukis. Setiap temboknya dihiasi lukisan, kesannya sangat bagus dan indah. “Jadi kenapa yang lainnya tidak ikut mencobanya? Kita harus mencobanya, meski yang lain belum melakukannya,” tambah Bunda Putri.

Baca juga :  Tangkal Corona, Desa Kedisan Batasi Operasional Warung

Dia mengaku sangat terkesan dengan pameran yang digelar di RSJP Bangli. Kata Bunda Putri, di masa pandemi covid-19 warga harus tetap kreatif dengan tetap berpedoman protokol kesehatan. “Kalau ada yang positif, ya dirawat saja, tidak usah takut-takut,” bebernya.
Direktur RSJP Bangli dr. Dewa Gede Basudewa menyebut pameran lukisan ini digelar serangkaian Hari Kesehatan Nasional. Pameran digelar dari 12 November hingga 27 November mendatang. Jumlah pelukis yang terlibat mencapai 25 dengan jumlah hasil karya 21-25 lukisan, di luar lukisan karya para pasien RSJP.

Baca juga :  Kasat Lantas Polres Bangli Pimpin Tindak Pemotor Tanpa Helm dan Masker

Disebutkan pula pameran ini terselenggara dengan menjalin kerjasama dengan para pelukis muda yang bertalenta di wilayah Ubud. “Dari sisi pasien kami yang tahap rehabilitasi dengan seni lukis, sehingga pemulihan dan setelah kembali ke rumah mereka bisa diterima. Karena selama ini pasien sering dilebel negatif (stigma,”pungkasnya. (anta)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini