Badung Utara Tetap Dijadikan Daerah Konservasi Pertanian dan Perkebunan

0
6
Badung Utara Tetap Dijadikan Daerah Konservasi Pertanian dan Perkebunan
DEBAT - Debat terbuka kedua Pilkada Badung telah berlangsung Selasa malam (10/11/2020).

Mangupura, DENPOST.id

Debat terbuka kedua Pilkada Badung berlangsung Selasa (10/11/2020) malam lalu. Debat berupa penajaman visi misi pasangan calon tunggal I Nyoman Giri Prasta dan I Ketut Suiasa tersebut membahas berbagai hal. Salah satunya adalah pertanian.

Dalam debat tersebut, salah satu panelis yakni Prof. Dr. Drs. Made Kembar Sri Budhi, menyampaikan tentang pertanian di Badung utara yang mulai menggeliat di masa pandemi covid-19 ini. “Badung utara yang berbasis sektor pertanian yang sudah mulai bangkit dengan adanya kejadian seperti ini (covid-red), maka piranti atau apa-apa saja yang bisa diberikan kepada para petani, sehingga petani kita yang tadinya dilirik sebelah mata, sudah mulai mendapat perhatian yang besar. Dengan demikian, keseimbangan antarsektor, antardaerah barangkali bisa kita atasi sedikit demi sedikit,” tanyanya.

Baca juga :  Razia Perut Lapar Sasar Warga yang Membutuhkan

Atas pertanyaan tersebut, Giri Prasta mengatakan, Badung utara memang dijadikan daerah konservasi, baik berupa pertanian dan perkebunan. Ia kembali mewacanakan kebutuhan buah dan sayur untuk usaha hotel dan restoran di Badung selatan akan dipenuhi dari Badung utara. Giri Prasta pun menegaskan, mendorong pertanian kontemporer di Kabupaten Badung. “Bahkan kami sudah bekerjasama dengan pemerintah Buleleng, karena di Buleleng luar biasa bagus sekali buah-buahan untuk itu,” ujarnya.

Kemudian di Badung selatan, lanjutnya, masyarakat tak berpangku tangan. Masyarakat didorong untuk membangkitkan urban farming dan hidroponik, termasuk green house. “Dengan begitu kebutuhan akan makan, khusus di masyarakat itu sendiri terpenuhi pada saat sekarang ini,” kata Giri Prasta.

Baca juga :  Sebelum Mengikuti UTBK Unud, Peserta Wajib Lakukan Ini

Prof. Kembar kemudian menanggapi keterkaitan antara sektor pertanian dengan pariwisata saat ini rendah. Menurut informasi yang didapatnya, produk lokal sulit menembus hotel berbintang dan restoran besar. “Ini perlu barangkali aturan yang diciptakan sedemikian rupa, sehingga keberpihakan kepada pertanian yang tadi potensinya besar sekali di Badung, sehingga petani hanya berpikir berproduksi. Jangan lagi dibebankan untuk bagaimana nanti memasarkan, menyalurkan barangnya. Apalagi ada indikasi kelemahan di bidang kualitas. Nah, bagaimana nanti keterkaitan itu bisa diciptakan?” cecarnya.

Terkait itu, Suiasa menambahkan, jika paket GiriAsa kembali terpilih, akan dibuat regulasi yang mewajibkan pengusaha pariwisata untuk memanfaatkan hasil pertanian di Badung utara. Kemudian pihaknya juga berencana melakukan investasi infrastruktur yang menyinergikan tiga sektor pokok di Badung, yakni pertanian, kerajinan, dan pariwisata. “Yang ketiga, produk petani tak semata-mata bahan mentah, namun kami dorong sebagai agrobisnis, agrowisata, dan agrotechno park,” katanya.

Baca juga :  Terjatuh dari Sepeda, WNA Asal Inggris Alami Ini

Sementara untuk penanganan covid-19, Giri Prasta mengaku telah mengusulkan ke pemerintah pusat agar vaksin covid-19 diprioritaskan untuk Bali, khususnya Badung. Diharapkan nantinya wisatawan domestik maupun mancanegara mendapat vaksin itu secara gratis saat berkunjung ke Kabupaten Badung. Di sisi lain, ia juga berterima kasih kepada pemerintah pusat yang telah menggelontor dana hibah pariwisata untuk usaha hotel dan restoran di Kabupaten Badung.  (115)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini