Pengusaha Pengolahan Kopi di Kintamani Terima Bantuan Dari Kementerian Ini

0
4
Picsart 11 13 07.11.59
BANTUAN KEMENPAREKRAF - Pengelola Arca Coffee di Desa Ulian Kintamani, I Wayan Berana dan Pengelola Belantih Coffee Farm di Desa Belantih, I Wayan Tunas Wijaya, saat menerima bantuan dari Kemenparekraf.

Bangli, DENPOST.id

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) memberikan bantuan kepada pengusaha pengolahan kopi di Desa Ulian dan di Desa Belantih, Kintamani, Jumat (13/11/2020).

Penyerahan bantuan diwakili Koordinator Fasilitas Pengembangan Infrastruktur,
Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur, Miftachul Farida dan dihadiri Bupati Bangli, I Made Gianyar didampingi Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bangli, I Wayan Adnyana.

Dalam kesempatan tersebut, Miftachul Farida menyampaikan untuk meningkatkan hasil yang baik di dalam pengolahan kopi Kintamani juga perlu mempunyai alat yang dapat menentukan kualitas kopi tersebut. Karenanya, Kemenparekraf sebelumnya sudah melaksanakan pengecekan ke tempat pengolahan kopi yang ada di Kintamani dan memutuskan untuk memberikan kepada dua pengusaha kopi, yakni Pengelola Arca Coffee di Desa Ulian Kintamani, I Wayan Berana dan Pengelola Belantih Coffee Farm di Desa Belantih, I Wayan Tunas Wijaya.

Baca juga :  Secara Virtual, TP PKK Gianyar Adakan Pembinaan Ini

“Dengan adanya bantuan berupa papan media informasi, papan penunjuk arah dan mesin pengukur kadar air kopi, mudah-mudahan ke depan kualitas kopi dapat menjadi lebih baik,” harapnya.

Sementara Bupati Bangli, I Made Gianyar mengucapkan terimakasih kepada Kemenparekraf yang sudah memperhatikan petani atau pengusaha pengolahan kopi yang ada di Kabupaten Bangli, dengan telah memberikan bantuan untuk bisa meningkatkan kualitas kopi dan memperkenalkan kopi Kintamani.

Baca juga :  Komisioner KPU Bangli Terpapar Covid-19

Menurut Made Gianyar, pertanian sekarang ini telah banyak mengaitkan pertanian dengan pariwisata, sehingga petani mempunyai nilai lebih yang akan didapat. Pihaknya berharap kedepannya dengan majunya pertanian yang dikaitkan dengan pariwisata bisa menjadikan agrowisata pertanian. (128)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini