Pokdakan Minadi Lestari Panen Perdana Ikan Lele Metode Bioflok

0
8
Picsart 11 13 07.14.13
PANEN PERDANA - Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Denpasar bersama Kelompok Pembudidaya Ikan Minadi Lestari, Kelurahan Sesetan dan stakeholder terkait, saat panen perdana budidaya ikan lele dengan metode bioflok di sentra setempat, Jumat (13/11/2020).

Sesetan, DENPOST.id

Setelah sebelumnya dilaksanakan penebaran bibit ikan lele sekitar dua setengah bulan lalu, kini sentra budidaya ikan lele yang menggunakan metode bioflok di Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Minadi Lestari, Kelurahan Sesetan, Densel telah memasuki masa panen. Untuk panen perdana ikan lele ini, dilakukan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Denpasar bersama Pokdakan Minadi Lestari, di sentra bubidaya ikan lele sistem bioflok setempat, Jumat (13/11/2020).

Hadir dalam kesempatan tersebut, Sekdis DPKP Kota Denpasar, Drh. I Gusti Ayu Ngurah Raini yang mewakili Kadis DPKP Kota Denpasar, AA Bayu Bramasta; Kabid Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali, Ketut Purianta, Camat Densel, Wayan Buda, perwakilan Kelurahan Sesetan, kepala lingkungan dan stakeholder terkait lainnya.

Baca juga :  Dua Kapal Terbakar Misterius di Pelabuhan Benoa

Sekdis DPKP Kota Denpasar, Drh. I Gusti Ayu Ngurah Raini mengatakan Pokdakan Minadi Lestari mendapatkan bantuan dana APBN pusat dari Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Mandiangin, Kalimantan Selatan pada tahun 2020, bersama Pokdakan Ubung Bina Mina Mandiri, Kelurahan Ubung, Denut dan Yayasan Tamiang Bali Mandiri, Desa Peguyangan Kangin, Denut. Sedangkan pada tahun 2019, Kota Denpasar juga mendapatkan bantuan budidaya ikan lele sistem bioflok dari dana APBN, yakni Pokdakan Penatih Lestari, Desa Penatih Dangin Puri, Dentim dan Yayasan Tukad Bindu, Kelurahan Kesiman, Dentim.

Baca juga :  Transmisi Lokal Terus Tumbuh, Koster Tegaskan Pembelajaran Tetap dari Rumah

“Panen perdana kali ini, merupakan sortiran dari 25 Agustus 2020, untuk mengetahui hasil dari penebaran benih ikan lele. Sistem pembudidayaan ikan lele dengan metode bioflok ini untuk menjawab tantangan kebutuhan di Kota Denpasar yang minim air dan lahan sempit. Program ini sangat bagus yang tidak perlu memerlukan banyak air dan lahan tidak perlu terlalu luas, sehingga bisa dimanfaatkan,” kata Raini.

Baca juga :  Asita Klaim Akomodasi Pariwisata di Bali Matang Terapkan Prokes

Sementara Ketua Kelompok Pembudidaya Ikan Minadi Lestari, Kelurahan Sesetan, I Gede Darmada menambahkan Pokdakan Minadi Lestari berdiri sejak tahun 2011, dari swadaya masyarakat dengan perkembangan pemasaran ikan lele yang meningkat di Kota Denpasar. Karena itu, kelompok memohon bantuan dari pusat dengan persyaratan berbadan hukum yang sudah terpenuhi tahun 2017. “Kolam ini kami mohon tahun 2018 dan disetujui pada tahun 2020, dengan delapan kolam. Kami mohon bantuan ini untuk menggairahkan anggota untuk bersama-sama dalam satu kelompok untuk pembudidayaan iklan lele dengan metode bioflok,” ucapnya. (112)

 

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini