Bayi Hyena Lahir di Bali Safari Park, Dinamai Mooi oleh Jedar

0
5
Bayi Hyena Lahir di Bali Safari Park, Dinamai Mooi oleh Jedar
MOII - Bayi hyena yang lahir di Bali Safari Park dinamai Mooi oleh jedar.

 

Gianyar, DenPost.id
Sudah setahun, empat ekor striped hyena berada di Bali Safari Park. Keempatnya terdiri dari dua ekor betina bernama Manama dan Adiiya, serta dua jantan bernama Hamad dan Riffa. Mereka menjadi idola baru bagi para pengunjung Bali Safari Park, Gianyar.

Ada kabar gembira datang dari Manama. Dia melahirkan untuk pertama kalinya pada Kamis (8/10/2020) di Bali Safari Park. Itu merupakan hasil perkawinannya dengan pejantan bernama Rifa. Bayi hyena ini lahir sehat dengan bobot awal 860 gram. Awalnya bayi hyena betina tersebut belum punya nama hingga akhirnya pada Minggu (8/11/2020) Bali Safari kedatangan artis Jessica Iskandar alias Jedar yang kini menetap di Bali. Ibu dari El Barack ini lantas member nama Mooi kepada bayi hyena itu. Menurut Jedar, nama Mooi diambil dari bahasa Belanda yang artinya cantik.

Baca juga :  Klungkung Pegang Rekor, 31 Kasus Corona Sehari

“Semoga Mooi sehat selalu ya. Itu yang terpenting, dan semoga dokter dan suster yang merawat Mooi juga sehat terus,” tegas Jedar.

Menurut drh.Yohana Kusumaningtyas, dokter hewan senior Bali Safari, Mooi kini dirawat secara intensif oleh tim dokter. Setelah beberapa hari sejak kelahirannya,susu dari sang induk,Manama, tidak mencukupi kebutuhan Mooi. Sebagai penggantinya,Mooi mendapat asupan susu formula setiap empat jam sekali.

Setelah dua pekan lahir, kedua mata Mooi terbuka. Sepekan kemudian, giginya tumbuh dan dia mulai belajar berjalan. Barulah setelah usianya menginjak sebulan, Mooi dikenalkan dengan makanan pendamping susu.

Baca juga :  Terkendala Sinyal, Disdikpora Karangasem Bebaskan Sekolah Lakukan Ini

Kelahiran Mooi ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Bali Safari Park. MenurutAsisten Kurator Bali Safari Park, Nyoman Suartawan, kelahiran Mooi merupakan hasil kerja keras dari seluruh pihak di Bali Safari Park, termasuk para keeper (perawat satwa). Mereka secara konsisten menerapkan prinsip pengelolaan satwa dengan baik. Nyoman Suartawan berharap akan ada lagi lahir satwa-satwa di Bali Safari Park, baik satwa endemik Indonesia ataupun mancanegara.

Baca juga :  Ketua DPRD Klungkung Minta Warga Tidak Panik

Ekspresi kegembiraan juga diutarakan Thomas Colbert, General Manager Bali Safari Park. “Kegembiraan yang tak bias diungkapkan dengan kata-kata, sebab kami sebagai lembaga konservasi berhasil mengembangbiakkan satwa unik ini untuk pertama kalinya di Bali atau mungkin bahkan di Indonesia. Terlebih saat kondisi pandemi covid-19,” bebernya.

“Kami mengajak pengunjung untuk sama-sama melihat bayi hyena ini. Tim Bali Safari menerapkan protocol kesehatan dengan sangat ketat serta seluruh area kami desinfektan selalu demi keamanan dan kenyaman pengunjung,” tambah Thomas. (yad)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini