Anggota DPRD Klungkung Meninggal Saat Kunker di Bandung

0
6
Picsart 11 15 10.34.47
Almarhumah Ni Nyoman Martini

Semarapura, DENPOST.id

Kabar duka menyelimuti lembaga DPRD Klungkung. Salah satu anggota DPRD Klungkung yakni
Ni Nyoman Martini, asal Desa Besan, Kecamatan Dawan meninggal dunia, Sabtu (14/11/2020). Legislator dari partai Gerindra ini meninggal di sebuah hotel ketika melakukan kunjungan kerja (kunker) di Kota Bandung. Martini diduga meninggal dunia akibat serangan jantung.

Ketua DPRD Klungkung, AA Gde Anom, ketika dimintai konfirmasi tidak menampik kabar meninggalnya Martini di Bandung. Menurut AA Anom, Martini meninggal di kamar hotel sesaat menjelang chek out atau akan kembali ke Bali Sabtu (14/11/2020) siang.

Baca juga :  Kewalahan, RSUD Klungkung Ubah Ruang VIP Jadi Ruang Isolasi

“Rombongan DPRD Klungkung sudah berada di lobi hotel untuk bersiap ke Bandara. Hanya saja Martini saat itu tidak kunjung turun ke lobi. Kami WA tidak dibaca, kami terus telepon tidak diangkat,” ungkap AA Gde Anom.

Karena kejanggalan tersebut, AA Gde Anom kemudian berkoordinasi dengan pihak hotel agar petugas dapat mengecek Martini di kamarnya. Ketika diketuk, ternyata Martini tidak merespon. Petugas lalu membuka paksa kamar, dan saat itu Martini didapati dalam posisi telungkup di kasur.

Baca juga :  Genjot Kuliah Daring, Unud Bagi Kuota Internet Gratis

“Ketika petugas membuka pintu, Martini sudah dalam keadaan tidak sadarkan diri dalam posisi telungkup. Pakaiannya berserakan di kasur,” tambah Sekwan Klungkung, I Wayan Sudiarta.

Menurut Sudiarta, Nyoman Martini sebelumnya tidak mengeluh sakit apapun. Bahkan ia tampak begitu sehat ketika mengikuti kunker. Sebelum berangkat, Martini dan anggota dewan lainnya juga sudah sempat rapid test. Hasilnya pun nonreaktif.

“Sebelumnya almarhum (Martini) tidak ada mengeluh sakit. Bahkan Jumat malam (13/11/2020) sempat ngobrol dengan bapak wakil ketua (Tjok Agung),” ungkap Sudiarta.

Baca juga :  Satpol PP Beri Toleransi, Pendemo Diminta Berempati

Setelah ditemukan telungkup,
Martini lalu dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Sartika Asih Bandung. Berdasarkan pemeriksaan dokter, Martini diperkirakan meninggal Sabtu (14/11/2020) pagi. Besar kemungkinan penyebab meninggalnya karena sakit jantung.

Kepergian Martini seakan mengikuti suaminya Nyoman Sukanada yang juga meninggal dunia akibat serangan jantung, saat masih aktif menjadi anggota DPRD Klungkung sekitar setahun yang lalu. “Jenazah almarhum rencananya akan diterbangkan ke Bali, Minggu (15/11/2020),” katanya. (119)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini