Lagi, 16 Pelanggar Prokes di Penelokan Ditindak

0
5
Picsart 11 15 07.07.29
TERTIB PROKES - Penertiban prokes di Penelokan, Kintamani.

Bangli, DENPOST.id

Meski berkali-kali diingatkan, baik lewat imbauan maupun penindakan dari tim gabungan operasi yustisi, pelanggaran terhadap pemberlakukan protokol kesehatan (prokes) masih saja terjadi. Seperti penertiban personel gabungan yang terdiri dari Polres Bangli, Kodim 1626/Bangli, Satpol PP, Dinas Perhubungan dan Kantor Kecamatan Kintamani kembali melakukan yustisi prokes di objek wisata Penelokan Kintamani, Minggu (15/11/2020).

Hasilnya, sebanyak 16 orang terciduk melakukan pelanggaran.

Operasi yustisi ini gencar dilakukan tim gabungan dalam rangka menekan penyebaran dan memutus mata rantai Covid-19, khususnya di objek wisata di Kintamani dan Bangli pada umumnya. Operasi yustisi diawali dengan apel kesiapan di halaman Geopark yang dipimpin AKP Sang Ketut Mariyasa didampingi Iptu AA Suastika, dan diikuti 41 personel gabungan yang selanjutnya melakukan penyisiran di lokasi objek wisata.

Baca juga :  Songan Masih Berlumpur, Warga Belum Beraktivitas Normal

Kapolres Bangli AKBP I Gusti Agung Dhana Aryawan, mengatakan pada masa pandemi Covid-19, tim gabungan setiap hari rutin melaksanakan operasi yustisi untuk menekan penyebaran Covid-19. Hal ini juga sembari memberikan edukasi kepada masyarakat agar patuh prokes.

“Operasi yustisi ini dilakukan setiap hari secara terus menerus dan berkesinambungan di beberapa tempat secara stasioner maupun mobiling sampai pelosok desa di seluruh wilayah Bangli, dan bukan hanya menyasar objek wisata saja tapi menyasar ke tempat-tempat yang bisa menimbulkan kerumunan,” sebutnya.

Baca juga :  Bupati Bangli Batalkan Sanksi Denda, Ini Alasannya

Kali ini kebetulan di obyek wisata di Kintamani dan beberapa obyek wisata lainnya. “Rupanya masih ada 16 pengunjung objek wisata yang terjaring diwilayah Kintamani dan kebanyakan tidak menggunakan masker,” ucap Kapolres.

Menurut mantan Kapolres Mappi, Pappua ini, sanksi yang diterapkan terhadap para pelanggar prokes bervariasi, yakni enam orang teguran lisan, tiga sanksi sosial menyapu jalanan dan menyanyi dan tujuh orang sanksi fisik berupa push up, dan semua identitas pelanggar prokes dicatat petugas. (128)

Baca juga :  Napi Penerima RU II di Bangli Tak Langsung Bebas

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini